Backstreet

Backstreet

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 7, 2021
[Cerita ini murni hasil dari pemikiran saya sendiri, apabila ada kesamaan nama, tempat, atau potongan alur cerita, itu murni kebetulan ataupun ketidaksengajaan.] ••• Ini bukan cerita tentang Si bad boy yang berusaha mengambil hati si gadis dingin, bukan juga tentang cewe bobrok yang bertemu dengan cowo cold. Ini kisah betapa sulitnya mempertahankan sebuah hubungan apalagi hubungan yang di sembunyikan dari semua orang kecuali keluarga mereka. Awalnya Saira tidak ambil pusing dengan hubungan mereka, toh selama dua tahun ini hubungan mereka fine fine aja. namun setelah timbul banyak masalah Saira malah muak dengan hubungan mereka. Saira juga tidak mempertanyakan kenapa hubungan mereka harus disembunyikan, namun semakin kesini Saira malah memikirkan kemungkinan kenapa Bian tidak ingin mempublis hubungan mereka, namun disisi lain Saira juga percaya apapun yang Bian lakukan itu pasti demi kebaikannya juga namun masalah restu yang lagi lagi menjadi penghalang hubungannya. Restu? Restu dari siapa? Bukan hanya tentang percintaan namun masalah keluarga yang tak pernah selesai membuat Saira jengah dengan hidupnya sendiri. bahkan mengakhiri hidup pernah terlintas di fikirannya. Sebenarnya apa alasan Bian menyembunyikan hubungan mereka? apakah hubungan mereka akan bertahan atau malah kandas begitu saja? •••
All Rights Reserved
#7
arbian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • LENATHAN (hiatus)
  • Walk Beside Me (PROSES REVISI)
  • DAVARA
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Ex or New? [REVISI]
  • Arcus & Raine [On Going]
  • GAME OVER [TERBIT]
  • Tiga Kanvas (TAMAT)

"Seharusnya ini cinta bukan benci tapi kamu sendiri yang membuat cinta ini menjadi benci, Masa masa itu masih tajam di ingatanku kak, disaat kita saling sembunyi dalam ego kita masing - masing. Aku tahu kamu masih mencintaiku, tapi kamu tidak bisa jujur dengan hati kamu sendiri... Entah apa yang kamu pikirkan, aku nggak perduli. Sekarang semua telah berubah. Aku hanya mengenalmu dengan sikap dan tatap saja. Tak pernahkah terlintas di pikiranmu tentang aku? Sejujurnya aku rindu, tapi untuk apa. Kamu takan mengerti. Aku harap dapat pergi dari keadaan ini. Ya, mungkin tak sanggup karna satu kesalahanku, mencintaimu terlalu besar..." Ujar Aira kepada pria yang ada dihadapannya itu. Rafy hanya terdiam seribu bahasa, semua perkataan Aira membuatnya berpikir. "Sekarang, lebih baik kamu pergi. Aku udah nggak perduli. Kamu ingin tahu kan isi hatiku? Itu isi hatiku" Aira pergi berlari menjauh dari Rafy. **** *Guys.. Jangan lupa dibaca ya ceritaku, maaf kalau masih ada salah salah kata. Maklum, masih baru* 😊😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines