Raina meraih sapunya lalu dengan mantra ajaibnya ia melemparkan sapu itu ke arah Awan.
tepat sasaran. Sapunya menghantam punggung Awan. Awan sontak berdecak lalu berbalik menghadap Raina yang pura-pura tidak melihat.
"Apa maksud lo ha?" Tanya Awan geram.
"Ha? anggep aja ucapan selamat dari gue." Jawab Raina.
"Selamat?" Tanya Awan.
"IYA, SELAMAT KARENA MULAI DETIK INI, GUE UMUMKAN BAHWA LO ADALAH MUSUH GUE!!" Teriak Raina.
"OKEE KITA MUSUH!!" Teriak Awan juga.
"Loh, ntar-ntar, mama nitipin gue ke abang-abang biar gue bisa dididik sama mereka? Kelakuan mereka kan lebih laknat dari gue."
.....
Dituntut agar bisa ini itu saja sudah cukup membuat Alea kesal.
Sekarang mamanya berulah lagi dengan menitipkan Alea di rumah keempat abangnya dengan dalih agar Alea menjadi anak yang lebih baik seperti mereka.
Lebih baik?
Abang pertama punya pacar cowok.
Abang kedua suka ngedugem.
Abang ketiga ngikutin jejak abang pertama.
Abang keempat suka balap liar.
Lebih baik dari mananya?
........
Akankah Alea dapat bertahan di rumah sang kakak? Mengingat Alea masih memiliki satu problem, yakninya tetangga rumah yang selalu menempel padanya setiap hari.
"Kayaknya gue alergi sama lo deh, setiap lo deketin tangan gue gatel, bawaannya pen gorok." -Alea
"Nego dikit boleh? Jangan gorok deh, kerok aja gimana?" -Angkasa