Story cover for After The Rain by auraandin_
After The Rain
  • WpView
    GELESEN 46
  • WpVote
    Stimmen 15
  • WpPart
    Teile 10
  • WpView
    GELESEN 46
  • WpVote
    Stimmen 15
  • WpPart
    Teile 10
Laufend, Zuerst veröffentlicht Nov. 07, 2020
Raina meraih sapunya lalu dengan mantra ajaibnya ia melemparkan sapu itu ke arah Awan.

tepat sasaran. Sapunya menghantam punggung Awan. Awan sontak berdecak lalu berbalik menghadap Raina yang pura-pura tidak melihat.

"Apa maksud lo ha?" Tanya Awan geram.

"Ha? anggep aja ucapan selamat dari gue." Jawab Raina.

"Selamat?" Tanya Awan.

"IYA, SELAMAT KARENA MULAI DETIK INI, GUE UMUMKAN BAHWA LO ADALAH MUSUH GUE!!" Teriak Raina.

"OKEE KITA MUSUH!!" Teriak Awan juga.
Alle Rechte vorbehalten
Melden Sie sich an und fügen Sie After The Rain zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
#691raina
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
F A K E ? [End] von zeevadeva__
58 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 10
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
AIRA [On Going] cover
My Name is SYANARA (COMPLETED) cover
HEARTBREAKING (On Going) cover
Rain cover
ALRIN cover
This Love cover
Ranaya cover
INI CINTA BUKAN BENCI cover
F A K E ? [End] cover

Living with Brothers [TAMAT]✓

49 Kapitel Abgeschlossene Geschichte

"Loh, ntar-ntar, mama nitipin gue ke abang-abang biar gue bisa dididik sama mereka? Kelakuan mereka kan lebih laknat dari gue." ..... Dituntut agar bisa ini itu saja sudah cukup membuat Alea kesal. Sekarang mamanya berulah lagi dengan menitipkan Alea di rumah keempat abangnya dengan dalih agar Alea menjadi anak yang lebih baik seperti mereka. Lebih baik? Abang pertama punya pacar cowok. Abang kedua suka ngedugem. Abang ketiga ngikutin jejak abang pertama. Abang keempat suka balap liar. Lebih baik dari mananya? ........ Akankah Alea dapat bertahan di rumah sang kakak? Mengingat Alea masih memiliki satu problem, yakninya tetangga rumah yang selalu menempel padanya setiap hari. "Kayaknya gue alergi sama lo deh, setiap lo deketin tangan gue gatel, bawaannya pen gorok." -Alea "Nego dikit boleh? Jangan gorok deh, kerok aja gimana?" -Angkasa