Story cover for After The Rain by auraandin_
After The Rain
  • WpView
    Membaca 46
  • WpVote
    Vote 15
  • WpPart
    Bab 10
  • WpView
    Membaca 46
  • WpVote
    Vote 15
  • WpPart
    Bab 10
Bersambung, Awal publikasi Nov 07, 2020
Raina meraih sapunya lalu dengan mantra ajaibnya ia melemparkan sapu itu ke arah Awan.

tepat sasaran. Sapunya menghantam punggung Awan. Awan sontak berdecak lalu berbalik menghadap Raina yang pura-pura tidak melihat.

"Apa maksud lo ha?" Tanya Awan geram.

"Ha? anggep aja ucapan selamat dari gue." Jawab Raina.

"Selamat?" Tanya Awan.

"IYA, SELAMAT KARENA MULAI DETIK INI, GUE UMUMKAN BAHWA LO ADALAH MUSUH GUE!!" Teriak Raina.

"OKEE KITA MUSUH!!" Teriak Awan juga.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan After The Rain ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#270awan
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Don't Talk About Money oleh catheryn99
55 bab Lengkap
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
Secretly Looking at You (END) cover
COMPLICATED cover
My Name is SYANARA (COMPLETED) cover
HEARTBREAKING (On Going) cover
ALRIN cover
AIRA [On Going] cover
Rindu [TAMAT] cover
Don't Talk About Money cover
This Love cover
Our Path Diffrent cover

Secretly Looking at You (END)

38 bab Lengkap

"Ich liebe dich, Bapak Ridan." Tanpa malu, Anya mengucapkan hal itu. Ridan yang mendengarnya dibuat tertegun. Pasalnya, gadis remaja itu mengucap kata cinta padanya--guru yang memiliki perbedaan usia nyaris 20 tahun. "Dia lagi latihan buat drama, Pak," sahut Apin yang muncul dari belakang, langsung membekap dan memiting leher Anya, kemudian menyeretnya pergi. "Ada tugas dari guru Bahasa Indonesia." Pian merasa harus ikut andil untuk menghentikan tindakan Anya yang tiba-tiba itu. "Temanya ucapan kasih buat guru, sepertinya Anya salah paham sama penjelasannya. Permisi, Pak," jelas Pian yang bergegas pergi menyusul Anya dan Apin. Pipit yang berada di belakang mereka memandang Ridan dengan tajam. Ridan menghela napas, mulai lelah berurusan dengan siswa julid yang satu ini. "Kamu mau ngomong apa, Vitra?" "Makanya, Pak, cari pacar. Masa ditembak sama anak SMA," kata Pipit sebelum berlalu pergi dengan kedua tangan berada di saku celana. Ridan hanya bisa mendengkus dengan mulut terbuka. Sepertinya ia harus meninjau ulang keputusannya pindah ke SMA Merpati yang terasa seperti sebuah kesalahan.