Lemas di Udara

Lemas di Udara

  • WpView
    Reads 2,389
  • WpVote
    Votes 158
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing1h 34m
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 2, 2021
Air yang tenang, jangan disangkakan tiada buaya. Hidup yang senang, jangan disangkakan tiada derita. It was all good at first, Berbunga, ketawa, gurau senda. Namun, semua itu berubah sekelip mata. Countless of suicide attempts, Countless of self-harm, Hidupnya baru sahaja ingin bermula. Hari demi hari, Qistina semakin lemah, Tiada daya untuk melawan ujian dunia, Rintihan pada Ilahi terputus tidak pernah, Apakan daya dunia bukanlah syurga. Where did it all goes wrong?
All Rights Reserved
#568
malaysia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GENDIS
  • BENAR UNTUKMU [COMPLETE]
  • Langit Kita Bersama
  • ɢᴏᴅᴀᴀɴ ᴄɪɴᴛᴀ ᴄᴀᴍᴇʟɪᴀ ᴱⁿᵈ
  • HIS FAVOURITE MELODY [C]
  • ʟᴏᴠᴇ Fʀᴏᴍ Dɪғғᴇʀᴇɴᴛ Wᴏʀʟᴅ ✔ [Completed]
  • Mari Kita Bully Demi Kebaikan
  • 𝐊𝐄𝐓𝐔𝐀 𝐏𝐄𝐍𝐆𝐀𝐖𝐀𝐒 𝐈𝐓𝐔 𝐒𝐔𝐀𝐌𝐈𝐊𝐔! || 𝐂
  • 𝑷𝑹𝑬𝑪𝑰𝑶𝑼𝑺 𝑳𝑶𝑽𝑬 | C
  • Dunia yang Tersembunyi
GENDIS

Hidup Gendis tidak selalu manis seperti arti namanya. Setiap saat ada saja yang membuat jantungnya berdenyut sakit, telapak tangan dingin keringatan, merinding, bahkan mual. Gendis ingin berubah, mampu mengatasi sindrom gangguan kecemasannya agar ia tidak selalu bergantung kepada ibu. Ia tidak ingin terus-menerus memikirkan kejahilan mas kedua. Gendis juga ingin lebih dekat dengan bapak dan mas pertama. Gendis mau seperti orang lain, bebas mengobrol santai dengan banyak teman dan pergi ke tempat baru tanpa merasa takut dan juga cemas. Namun, apakah memang harus seperti itu? Apa Gendis harus meniru orang lain dan merubah dirinya agar ia bisa bahagia?

More details
WpActionLinkContent Guidelines