Aku Yang Ternoda

Aku Yang Ternoda

  • WpView
    LECTURES 28,836
  • WpVote
    Votes 419
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., nov. 22, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Siapapun pasti mengharapkan pernikahan yang sudah di rencanakan dengan sangat baik dan matang, akan berjalan dengan lancar. Tapi bagaimana jika hari pernikahanmu, menjadi malapetaka untukmu? Dalam satu hari, hidup Elsa berubah tepat di hari pernikahannya. Senyum dan harapan itu sirna dari dalam dirinya. Erlan yang merupakan calon suami Elsa, sudah berada di ruang pernikahan tapi Elsa yang berada di dalam kamar pengantin, tiba-tiba tertidur pulas. Ketika Elsa terbangun, Elsa sudah berada di ruangan yang sangat asing baginya. "Apa kau sudah bangun, Menantuku?" tanya Austin dengan memainkan korek di tangannya. "Apa maksudnya ini?" "Maksudnya, aku tidak akan membiarkanmu merasakan malam pengantin dengan putraku!" "Apa?" "Dirimu, adalah milikku!!!"
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Hasrat Sang Pecinta
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • Apakah kamu ingin menikahiku?
  • Takdir di Tubuh Antagonis
  • The Perfect Obsession (Tamat)
  • Langkah baru bersama mu
  • Angel To Raya (END)
  • #1 | Love in Chaos [Sudah Terbit]

Naya tersentak, punggungnya membentur pintu sebelum mencerna apa yang terjadi. Tubuh Isaac tiba-tiba sudah menghimpitnya dan bibir pria itu menangkap bibirnya. Membawanya dalam ciuman yang dalam. Di tengah ketidak siapannya. "I-Isaac ...." Naya akhirnya mendapatkan kesempatan memanggil nama pria itu di tengah ciuman dengan memiringkan wajah. Melepaskan ciuman pria itu bersama suara tangis bayi yang terdengar dari monitor bayi. "T-tunggu se ..." "Aku tak ingin keberadaannya mengganggu hubungan kita, Naya. Apa aku sudah mengatakannya padamu? Aku mempekerjakan mereka untuk mengurusnya." Raut wajah Naya membeku dengan suara Isaac yang sedingin tatapannya. Kepalanya menggeleng pelan, bersama tangisan Aaron yang mulai berhenti. "Kupikir tiga bulan waktu yang cukup bagimu untuk terbiasa dengan kehidupan pernikahan kita, kan?" Naya menelan ludahnya yang pekat, ia butuh waktu untuk mempersiapkan hal ini dan di saat yang bersamaan tahu kalau Isaac tak butuh mengulur waktu. Napas panas pria itu berhasil membuat kedua kakinya gemetar. Pria itu benar, seharusnya tiga bulan waktu yang cukup baginya untuk mempersiapkan diri. Kepalanya mengangguk pelan, yang langsung disambut ciuman oleh Isaac. Ciuman yang lebih dalam dan lebih panas.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu