Aku Yang Ternoda

Aku Yang Ternoda

  • WpView
    LECTURAS 28,836
  • WpVote
    Votos 419
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, nov 22, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Siapapun pasti mengharapkan pernikahan yang sudah di rencanakan dengan sangat baik dan matang, akan berjalan dengan lancar. Tapi bagaimana jika hari pernikahanmu, menjadi malapetaka untukmu? Dalam satu hari, hidup Elsa berubah tepat di hari pernikahannya. Senyum dan harapan itu sirna dari dalam dirinya. Erlan yang merupakan calon suami Elsa, sudah berada di ruang pernikahan tapi Elsa yang berada di dalam kamar pengantin, tiba-tiba tertidur pulas. Ketika Elsa terbangun, Elsa sudah berada di ruangan yang sangat asing baginya. "Apa kau sudah bangun, Menantuku?" tanya Austin dengan memainkan korek di tangannya. "Apa maksudnya ini?" "Maksudnya, aku tidak akan membiarkanmu merasakan malam pengantin dengan putraku!" "Apa?" "Dirimu, adalah milikku!!!"
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • As Possible
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Mr.arogan END (SUDAH TERBIT)
  • Kesempatan Kedua
  • AMNESIAL (END)
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • Apakah kamu ingin menikahiku?
  • Angel To Raya (END)
  • Takdir di Tubuh Antagonis

Masa tahun akhir masih berkisah seputar itu saja. Ify harus segera merampungkan masa studi nya dan beranjak dari kampung halamannya. Ia malas mendengar ocehan sanak saudaranya yang terus saja bergunjing tidak jelas. Ia memang, dia suka dirumah. Jarang keluar dan itu sudah terjadi sejak ia menginjakkan kaki di tempat ini. Bersosialisasi pun bisa dibilang sering tidak sering. Ia tak ingin merepotkan diri dengan cokolan tak berfaedah. "Kalau harus memilih, gue lebih pilih gak tinggal disini. Demi Tuhan!". "Kenapa sih Fy? Rumah itu kan punya mama lo". Iya Ify membenarkan hal tersebut. "Gak suka gue! Keluarga gue itu kebanyakan gibah nya! Hal gak penting aja diomongin. Malesin banget!". Di seberang sana teman satu PL nya terkekeh. Ia pernah mendengar cerita ini sebelum nya. "Trus lo mau nya kemana?". "Jauh dari sini deh! Ikut suami aja. Tapi gak dirumah mertua juga kali!". Kali ini Via terbahak. Rumah mertua memang momok yang menakutkan. Begitulah, Ify harus memilih berjalan dengan masa lalu yang masih terngiang di kepala nya atau berjalan angkuh dengan masa depan yang belum tau akan seperti apa menurutnya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido