Obsidian Love

Obsidian Love

  • WpView
    LECTURAS 3,539
  • WpVote
    Votos 414
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, ago 7, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
"Tidak, tidak! Aku tidak akan pernah merubah penampilanku hanya untuk seorang lelaki sepertimu," balas Learyn sambil mengenggam ice cream strawberry. Menatap dalam perempuan di depannya, tak berniat untuk menjawab pernyataan konyol yang sudah dilontarkan perempuannya. "Kenapa kau melihatku seperti itu? Tidak terima jawabanku? A-" "Sedang menatap ciptaan Tuhan yang sempurna ini. Apakah kamu tidak tertarik denganku?" tanyanya. Learyn menggeleng pelan, "Tidak. Kau bukan type lelaki idamanku." ** 18+ Cerita ini mengandung tema dewasa. Kalau belum 18 tahun atau masih nyaman dengan kisah yang serba manis tanpa komplikasi... mungkin ini bukan bacaan yang tepat.
Todos los derechos reservados
#327
billioner
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Naughty Baby on My Bed
  • I Win, Baby ✔ [Warren Series #1]
  • Love That Kills (Completed)✅
  • transmigrasi gadis pemalas[END]
  • BARELLINE RADEVEN
  • IN ANOTHER LIFE (ON GOING)
  • STARLIT REVERIES
  • My Naughty Billionaire ✔

⚠️ Warning!! Novel 18+++ Bijaksalah memilih bacaan sesuai dengan usia kalian. "Tidak perlu malu, itu hanya ciuman," kata Kenzo mulai menggoda Alexa lagi. Alexa mengalihkan pandangannya kearah pria di depannya yang hanya berjarak beberapa centimeter darinya. "Hah? Kau pikir aku malu kepadamu? Kau yang tidak tahu malu!" Alexa menatap Kenzo dengannya tatapan kesal meski wajahnya jelas merah merona. Kenzo menyeringai di dalam hatinya. "Ciumanmu sangat buruk, kau harus banyak belajar," cibirnya. "Aku bisa kok lebih baik," kata Alexa tidak terima dengan ejekan dari Kenzo. Kenzo mendekatkan wajahnya kembali kepada Alexa. "Benarkah? Aku tidak yakin," katanya dengan nada mengejek, sengaja memprovokasi Alexa. "Aku bisa kok!" "Hhmmm... Bisa? Kalau begitu tunjukkan jika kau memang bisa," ucap Kenzo semakin memprovokasi Alexa, sudut bibir pria tampan itu menyeringai licik.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido