Obsidian Love

Obsidian Love

  • WpView
    LECTURAS 3,534
  • WpVote
    Votos 414
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, ago 7, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
"Tidak, tidak! Aku tidak akan pernah merubah penampilanku hanya untuk seorang lelaki sepertimu," balas Learyn sambil mengenggam ice cream strawberry. Menatap dalam perempuan di depannya, tak berniat untuk menjawab pernyataan konyol yang sudah dilontarkan perempuannya. "Kenapa kau melihatku seperti itu? Tidak terima jawabanku? A-" "Sedang menatap ciptaan Tuhan yang sempurna ini. Apakah kamu tidak tertarik denganku?" tanyanya. Learyn menggeleng pelan, "Tidak. Kau bukan type lelaki idamanku." ** 18+ Cerita ini mengandung tema dewasa. Kalau belum 18 tahun atau masih nyaman dengan kisah yang serba manis tanpa komplikasi... mungkin ini bukan bacaan yang tepat.
Todos los derechos reservados
#143
adult
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Billionaire Prison
  • SEAN'S EYES
  • Perawan di Pelukan Iblis
  • Broken Trust
  • Naughty Baby on My Bed
  • Night In Chicago ♧
  • Love That Kills (Completed)✅
  • transmigrasi gadis pemalas[END]

[Budayakan VOTE Sebelum Membaca] The Billionaire Prison [Love is Difficult] "Apa yang kau katakan hingga ibuku berencana untuk menikahkan kita? Kau yang menghasut dia? Kau pikir kau siapa hingga bermimpi untuk menjadi pasangan ku?" Anna terdiam sejenak. Dia tidak sepenuhnya terkejut dengan reaksi Armand atas berita ini. Tapi dirinya tersinggung akibat tuduhan yang tidak mendasar dari lelaki itu, menuduhnya menghasut Diana, apa dia tidak berpikir sebelum bicara? "Rencanaku?___ asal kau tau, aku juga tidak menginginkan ini. Kau pikir aku mau untuk tinggal bersama iblis seperti mu?" Entah keberanian dari mana, tiba-tiba kata-kata itu keluar dari mulutnya. Armand yang mendengar itu langsung meraih paksa wajah Anna, mencengkram pipinya dan membuat wanita itu menatap kearahnya. "Iblis? Ya, kau benar dan kupastikan kau akan ku jerumuskan ke dalam penderitaan." ucapnya lalu membuang wajah Anna dengan kasar. Nadanya penuh dengan keseriusan membuat Anna sedikit gugup. "Ku perintahkan padamu untuk jangan bermimpi untuk menjadi istriku. Tolak semua rencana itu besok dan segera keluar dari sini."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido