Jhendyra Alexsandra Sereqeen

Jhendyra Alexsandra Sereqeen

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 8, 2020
Rara. Itulah nama panggilannya. Gadis manis yang dulunya ceria, kini tidak ada lagi. yang ada hanya wajah datar dan dingin tak tersentuh. Semua berawal dari kehilangan sang kakak tercintanya membuat Rara menutup diri dari semua orang. Ia bertekad melatih dirinya menjadi kuat agar bisa membalaskan dendamnya. " Lebih baik aku sendiri tanpa mengenal yang namanya keluarga, sahabat apalagi cinta. Bukan ini keinginanku... Semua ini kulakukan agar kalian tidak terluka. Lebih aku hidup dalam kesepian dari pada diberi kebahagiaan yang hanya sementara. SUDAH CUKUP KAU MENGAMBIL KAKAKKU... KENAPA HARUS KEDUA ORANG TUAKU ? KENAPA ? " " Jadikan aku tempatmu berkeluh kesah Ara. Tempatmu mencurahkan semua kesedihanmu. Karena aku mencintaimu " " Aku tidak berjanji untuk tidak membuatmu menangis. Aku tidak akan membuat banyak janjinya sepertinya. Tapi satu yang harus kau tahu... Apapun yang kau lakukan, aku selalu percaya padamu. aku akan selalu mendukungmu. Meski dimata orang lain kau berbeda, tapi tidak denganku. Dimataku Kau adalah wanita yang kucintai. Selamanya tetap begitu karena kau adalah Takdirku "
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Jejak (novel teaser)
  • JANGAN PANGGIL AKU LARAS
  • SELA ta KEY [END]
  • KIARA [END]
  • ALONE
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • Entwined by fate || BXB
  • Dirava (Dira, Rara, Arva).
  • " To Love ,To Lose "
  • Maaf' (Revisi)

Katanya, kadang untuk beranjak dan melanjutkan kehidupan perlu dibantu oleh orang lain... "Aku ngerti, dia berarti banget buat kamu dan kamu nggak bisa dapetin dia, aku tahu. Makanya kamu pilih aku. Waktu kamu ajak aku jalan, aku tahu aku bukan pilihan pertama kamu. Aku udah siap dengan semua konsekuensi itu..." ...Dan menjadi realistis katanya adalah pilihan yang tepat, "Terima kasih sudah menjaga aku tetap waras..." Tapi bukankah, kebahagiaan seharusnya kita yang ciptakan sendiri? "Kinan ingin berterima kasih pada mereka dengan cara berhenti bersedih dan mulai belajar menjadi bahagia tanpa bertumpu dengan orang lain.Kinan tahu ini mungkin nggak masuk akal buat sebagian orang. Tapi Kinan yang paling tahu diri Kinan sendiri. Kapan Kinan harus lari, kapan Kinan harus berhenti." Dan menjadi realistis itu tetap harus jujur dengan perasaan kita sendiri bukan? "Gue pengen memiliki lo bukan karena berkompetisi dengan siapapun. Bukan juga karena gue butuh seseorang di samping gue. Bukan pengen punya seseorang yang bisa gue pamerin ke orang-orang. Jadi jelasin sebelah mananya gue anggap lo barang? Menurut lo selama ini gue ngapain? Apa lo nggak sadar sama sekali?Does he love you better than I do?" Ini adalah bagian akhir dari kisah klasik di antara empat orang yang harus mengurai benang kusut di antara mereka. Karena setiap orang punya ruang khusus untuk untuk seseorang yang sulit untuk digantikan oleh orang lain.Mereka mengukirnya sedemikian rupa hingga tak ada senyawa apapun yang mampu menghapusnya begitu saja.

More details
WpActionLinkContent Guidelines