Kau Anggap Aku Apa

Kau Anggap Aku Apa

  • WpView
    Membaca 41
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Des 30, 2020
Kukira dia penyayang. Siapapun pasti menyangka itu. Penampilannya meyakinkan. Tak banyak berkata. Ternyata baik itu hanya kulitnya. Perilakunya seolah tidak punya program apapun untuk keluarga. Bahkan anak-anakpun tidak serius diurusnya. Sepertinya dia hidup hanya untuk dirinya sendiri. Tak memikirkan bagaimana perasaan seorang istri. Tak memikirkan bagaimana akibatnya untuk anak-anaknya. Perjalanan menjadi seseorang yang sempurna tidak akan pernah selesai. Semestinya bertanya pada diri sendiri, sempurnakah diriku? Maka sesungguhnya tak ada yang sempurna. Jika minum itu cukup segelas air, maka cukuplah segelas. Karena sesungguhnya merasa cukup itu akan mengawali jiwa syukur dan menerima ketidaksempurnaan pasangan sebagai sesuatu yang indah untuk dicintai.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#264
perselingkuhan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Sepertiga Malam Bersama Allah
  • Wanita Kedua Suamiku (On Going)
  • Lost Of Love [END]
  • Segetir Rindu
  • Luka Hati Diandra  ✔ (KBM & KARYAKARSA)
  • DANDELION (Aku bukan Orang Ketiga)
  • Sisi Berbeda [END]
  • Terlalu Baik dalam Ruang Kosong
  • Iparku Jahat

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan