We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kau Anggap Aku Apa

Kau Anggap Aku Apa

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 30, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Kukira dia penyayang. Siapapun pasti menyangka itu. Penampilannya meyakinkan. Tak banyak berkata. Ternyata baik itu hanya kulitnya. Perilakunya seolah tidak punya program apapun untuk keluarga. Bahkan anak-anakpun tidak serius diurusnya. Sepertinya dia hidup hanya untuk dirinya sendiri. Tak memikirkan bagaimana perasaan seorang istri. Tak memikirkan bagaimana akibatnya untuk anak-anaknya. Perjalanan menjadi seseorang yang sempurna tidak akan pernah selesai. Semestinya bertanya pada diri sendiri, sempurnakah diriku? Maka sesungguhnya tak ada yang sempurna. Jika minum itu cukup segelas air, maka cukuplah segelas. Karena sesungguhnya merasa cukup itu akan mengawali jiwa syukur dan menerima ketidaksempurnaan pasangan sebagai sesuatu yang indah untuk dicintai.
All Rights Reserved
#821
poligami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Sepertiga Malam Bersama Allah
  • Terlalu Baik dalam Ruang Kosong
  • Wanita Kedua Suamiku (On Going)
  • Dokter Tampanku
  • Sisi Berbeda [END]
  • Luka Hati Diandra  ✔ (KBM & KARYAKARSA)
  • Indahnya Dimadu? | SELESAI |
  • Iparku Jahat
  • Lost Of Love [END]

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines