Fitri, seorang remaja Indonesia yang hidup di masa kependudukan Jepang. Ia mengalami fase awal kedatangan Jepang ke Indonesia yang seolah-olah menawarkan harapan baru bagi masa depan bangsa Indonesia, dan tak perlu waktu lama bagi rakyat Indonesia untuk kemudian menyaksikan kepercayaan dan harapan itu dikhianati oleh bangsa yang mengaku sebagai saudara tua tersebut. Rasa takut, penderitaan, dan kebencian terhadap Jepang pada masa itu tentunya tidak dapat dihindari. Di tengah ketidakberdayaan Fitri yang tinggal seorang diri, ia bertemu dengan seorang tentara Jepang yang juga sama-sama merasa lelah dan putus asa dengan perang. Pertemuan yang berujung pada perpisahan.
Todos los derechos reservados