Penikmat Senja

Penikmat Senja

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 9, 2021
Senyum mu mengingatkan ku pada ketenangan. Sikapmu menunjukkan kehangatan. Pandanganmu menyejukkan. Mata mu indah membuat siapapun yang menatap ingin menetap. . . . Kamu satu dan aku cinta, bertemu diruang kalbu, menyisakan kerinduan dan ketidaknyamanan pada keadaan. Kamu satu dan aku cinta, tidak ada siapapun yang bisa berpaling dari memandang. Kamu satu dan aku cinta. Aku dan Kamu satu cinta. . . . Ada yang kepo sama cerita ku? Pernah dengar kata "Sahabat Jadi Cinta? ". Sepertinya pernah yaa, simak terus buat kalian yang jatuh cinta pada sahabat sendiri:))
All Rights Reserved
#389
jatuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • My Diary
  • My Husband VS My Boyfriend (On Going)
  • Alice & Adrian
  • Antara Teman dan Teman Hidup
  • Falling [SEDANG REVISI]
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • A   L   O  N   E   (Seorang INTAN PERMATA)
  • Haruskah Aku Bertahan?
  • SENJA KU SENJA MU

Banyak orang yang bilang bahwa cinta itu indah. Menghapus segala resah dan gelisah. Mengganti luka dengan tawa, membawa kesedihan yang melanda untuk sirna. Banyak orang yang bilang bahwa jatuh cinta itu indah. Membuat hari berwarna dan hidup menjadi lebih sempurna karena hadirnya dia. Namun, tak semua yang berkaitan dengan cinta itu semuanya indah. Tak selamanya cinta itu membahagiakan. Tak ada yang bisa menjamin bukan bahwa cinta pun bisa berakhir dengan tawa kebahagian atau sebuah luka yang disertai dengan tangisan? Ini bukan kisah di mana dua orang jatuh cinta secara diam-diam. Ini bukan kisah cinta segitiga antara tiga, anak manusia. Tapi, ini hanyalah kisah di mana ketika kita telah jatuh namun tak sadar. Telah cinta tapi tak terasa. Telah merasa sayang tapi tak pernah bilang. Dan saat di mana kita telah menyadari segalanya, justru orang yang kita cintai itu... pergi. Bukan pergi untuk sementara. Tapi selamanya. "Jika kehadiranku tak dapat membangunkanmu, lantas apakah kepergianku akan membukakan matamu?" ©Copyright2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines