Ampun Bu Kos

Ampun Bu Kos

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 11, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Sela, mahasiswi baru dengan ekonomi super mepet. Bapaknya sering pontang-panting cari uang agar Sela bisa tetap kuliah. Hal itu yang membuat Sela sadar diri, dan memilih tinggal di kosan neraka pinggir ledeng. Tempatnya sempit, pemiliknya medit. Air dibatasi, listrik dibatasi, semua serba dibatasi. Pemiliknya super medit, anak-anaknya rumit, cucunya nakal kaya demit. Sela makin kurus mikir tugas kuliah, sekaligus mikirin nasib hidupnya di kosan neraka. Untung ada sahabat yang senasib dan sepenanggungan dengannya, semua jadi lebih ringan. Apalagi sudah seminggu Mas Dika-anak Ibu Kos, pulang dari magangnya di luar Kota. Jelas hal ini bisa jadi penyegar untuk anak kos. "Pokoknya ga ada yang boleh bawa cowok ke kosan ini!!" Ceuk Odah bekacak pinggang sambil melotot. "Ingat kalau sampe ada yang bawa cowok ke sini, tak potong burung cowok itu." Kira-kira bagaimana nasib Sela selama di kosan neraka? Bahagia, atau malah sengsara?
All Rights Reserved
#3
pelit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sinonim [Completed]√
  • Failure . ℅
  • 4 Serangkai ( SUDAH TERBIT )
  • PERCAYA? [END]
  • Kosan Malapetaka
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Roommate With Benefits
  • Badgirl Vs Ketos(ongoing)
  • Dear Alex, Count Me In [END]
  • Catatan Awan : Sudut Pandang Absurd tentang sebuah Kehidupan

[REVISI] Dua makhluk absurd yang mempunyai banyak persamaan, sifat yang hampir mirip, prilaku sangat mirip. Yang membedakan hanya satu, yaitu mereka berlawan jenis. "Lo kapan warasnya sih?" Tanya Azril pada Vea yang sudah mengacak-acak kamarnya seperti kapal pecah. "Ngapain lo nanya-nanya? Udah merasa waras?" Sinis Vea yang sedang duduk di atas meja belajar Azril sambil memainkan ponselnya tanpa sedikitpun berniat menoleh pada Azril. Kakinya ia selonjorkan di kursi dekat meja belajar itu. Azril mengacak-acak rambutnya frustasi. Bagaimana bisa dia betah berteman dengan Vea dari kecil? "Yek?" Panggil Vea pada Azril dengan suara yang dilembut-lembutkan. Azril menatap Vea dengan kening mengkerut "Bagi duit dong?" Vea menyodorkan tangannya sambil cecengesan tanpa dosa. Azril mengambil kaos kaki yang berada tepat di bawah meja belajarnya lalu menempelkan tepat di wajah Vea, "Makan nih duit!!" Penulis Amatir yang penuh dengan imajinasi absurd😄

More details
WpActionLinkContent Guidelines