Salim Siblings

Salim Siblings

  • WpView
    Reads 16,625
  • WpVote
    Votes 1,447
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 29, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Family Life
Grief and Bereavement
Growth and Self-Discovery
Rahasia, pengorbanan yang tidak terlihat, bahkan keegoisan yang menjadi akar terpecahnya pondasi pertahanan. Semua hal yang disebut kehancuran perlahan berbondong menyapa. Seharusnya rantai darah yang terikat di nadi bisa menutupi setiap luka, retakan pada pondasi bisa ditutupi dengan kasih, darah yang terikat bisa menjadi perisai satu sama lain. Namun mereka memilih untuk tidak saling menyembuhkan, bahkan sebaliknya, mereka semakin membuat jarak hingga membuat ikatannya tidak lagi kokoh. Miris. Saudara seperti apa yang saling membangun batas? ______________ 2026
All Rights Reserved
#3
kpoplokal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Mommy Eisa; Asami
  •  Bayang Senja [End]
  • Is Happiness Real? (dia Ahyeon).  [Hiatus]
  • TIME [BABYMONSTER] ✓
  • Between Lines (Asahyeon)  gxg
  • BABY MONSTER LIFE STORY
  • S I B L I N G S ✔

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines