FANCA

FANCA

  • WpView
    Reads 4,280
  • WpVote
    Votes 400
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 19, 2021
Hai! Siapa coba orang di dunia ini suka dengan yang namanya 'perjodohan'. Mempunyai ikatan pernikahan tanpa adanya dasar cinta itu bukannya suatu hal yang mudah. Menikah satu kata yang diimpikan oleh banyak orang, tetapi tidak dengan perjodohan. Apakah orang tua mereka sudah tidak ingin mengasuhnya lagi, makanya itu ia menjodohkan anaknya. Huh, sungguh miris nasib mereka. Ini kisah perjodohan yang tidak didasari oleh cinta dan rasa apapun itu. Pernahkah kalian berpikir bahwa perjodohan itu menyenangkan? Ya, akan jadi menyenangkan apabila tidak ada banyak konflik. Mau tau bagaimana kelanjutan cinta Fano dan Icha? Jangan lupa baca cerita ini sampai habis dan jangan lupa juga tinggalkam vote kalian. #4 tenfection [10 desember 2020] #10 fano [10 desember 2020] #3 tenfection [10 desember 2020] #9 fano [12 desember 2020] #8 fano [13 desember 2020] #7 fano [29 desember 2020] #19 fiksipengemar [29 desember 2020] #22 aisyah [29 desember 2020] #15 fiksipengemar [30 December 2020] #14 fiksipengemar [01 januari 2021] #17 cerita pendek [01 januari 2021] #11 icha [02 januari 2021] #12 fiksipengemar [02 januari 2021] #16 aisyah [02 januari 2021] #5 Fano [ 22 mei 2021 ] #10 icha [08 juni 2021] #15 aisyah [11 juni 2021] #14 ceritapendek [11 agustus 2021] ~♥~ Mulai : 09-12-2020. Selesai : -
All Rights Reserved
#212
dijodohkan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines