Big Dream

Big Dream

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 14, 2020
Ini bukan kisah romansa yang mungkin hingga saat ini selalu digembor gemborkan oleh semua remaja. Bukan pula, kisah anak broken home berhati malaikat yang berakhir dengan tangis yang mendera. Dan, jangan berharap akan menceritakan sosok manusia dengan ke perfectannya yang kemudian bertemu dengan si culun dengan segala kekurangannya. Jangan berharap lebih, di paparan berikutnya hanyalah sebuah awal dari kisah yang sedikit demi sedikit coba ku rangkai dengan untaian kata. Yang semoga bisa sedikit menyentuh hati manusia manusia yang jiwa nya sedikit menghitam seperti arang dari sisa pembakaran. Kisah ini, berawal dari imajinasi yang mengudara. Membentuk genggaman tangan melingkar yang bermakna saling menguatkan. Selamat membaca dan selamat memasuki dunia imajinasi yang semoga bisa ku bangun dengan baik.
All Rights Reserved
#278
impian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secarik kertas usang
  • The Dream House.
  • Ongoing Delusions
  • Jika Nanti Aku Kembali
  • This Is My Dream
  • because you
  • When his name is
  • • KECEWA ~
  • " 𝑺𝒌𝒚-𝑹𝒂𝒊𝒏 𝑺𝒆𝒓𝒊𝒆𝒔 𝑨𝒏𝒅 "
  • Back Or Πot ? [ HiΠata Centric ]

Aku mendamba pada sosok bidadari jelita yang amat kucinta, sekali lagi akupun mendamba pada malaikat rupawan yang selalu ada saat beban dipundak ini sangat berat. Kerinduan, yang amat dalam. Namun apa daya ini. Kerinduan hanya tinggal kerinduan. Aku pernah bertanya pada bulan ''apakah, disana kalian merindukanku? '' Ah sudah, jangan mendamba, ikhlaskan saja. Rindumu akan sampai dengan doa. Suara hati mengatakan demikian, baiklah aku akan memulai semuanya dengan ikhlas. Kebahagiaan, aku tak pernah tahu apa hakikat kebahagiaan itu yang sebenarnya? Dimulai dari kehilangan, kehilangan, dan kehilangan. Sampai lupa bagaimana rasa bahagia itu. Pada akhirnya, aku dapat melewati ini semua, karena aku tahu. Inilah salah satu caraNya untuk menjadikan kita manusia yang kuat dan tabah, karena dibalik kesedihan ada kamuflase kebahagiaan didalamnya dan begitupula sebaliknya. Detik ini aku kembali mengingat saat-saat bahagia itu. Bidadari jelita, dan malaikat rupawan yang kudamba dan kurindu. Serta dia yang membuat hari-hari di masa SMA ku berwarna, sehingga aku bisa sedikit merasakan kebahagiaan dan melepaskan sedikit rasa sakit dan kehilangan. Akankah dia akan selama nya membersamaiku? Akankah dia adalah yang paling baik menurutNya untukku?

More details
WpActionLinkContent Guidelines