Neighbourhood

Neighbourhood

  • WpView
    Reads 5,109
  • WpVote
    Votes 961
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 25, 2022
**SEKUEL BUKU NEIGHBOUR** Kindly read "Neighbour" book first😉 Fast forward 4 years later Masih ingat dengan Liesel? Gadis remaja labil,konyol,dan rusuh yang kini sudah tumbuh. Tanpa terasa 4 tahun sudah berlalu sejak ia ditinggalkan seseorang yang disukainya. Akankah "ia" kembali? Masih ingat dengan Axwell? Lelaki dengan sejuta pesona,dingin,dan tidak pekaan. Membuat para gadis greget! Apalagi Liesel. Apakah ia akan tetap seperti itu jika bertemu Liesel kembali? *** Liesel merasa sudah mantap dengan perasaannya yang tak bisa ia bohongi. Ia memang sudah benar-benar suka sampai bucin dengan Axwell. Tapi bagaimana caranya untuk membuktikan rasa suka Liesel pada Axwell yang sangat tidak peka,amatir,dan payah dalam urusan percintaan? Belum lagi status mereka apa? Apa masih hanya sebatas adik-kakak zone saja? Apa status itu bisa diubah menjadi lebih? Akankah Axwell bisa berubah menjadi seseorang yang mengerti urusan dengan lawan jenis?
All Rights Reserved
#614
labil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SOLITUDES
  • MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ]
  • INTUISI || ft. Tokuno Yushi
  • Arsyilazka
  • The Oddlove
  • Cuek VS Cerewet || Syaqeel [ END - PROSES REVISI ]
  • All Out of Love
  • Rival, Jadi Pacar?
  • Fake Love
  • BRYAN
SOLITUDES

Highest rank: #1 in Fiksiremaja #1 in Cerita #3 Pregnant #5 teenfiction #8 in Benci #8 in Pregnant #10 in SMA #10 in Remaja [DISARANKAN UNTUK FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU, AGAR PEMBACA TAHU PENGUMUMAN TENTANG CERITA INI] ---- Malam itu, membuatnya membenci dirinya sendiri. Malam itu, malam terburuk baginya. Mengakhiri hidup adalah salah satu jalan baginya. Rasa benci yang sangat besar, membuatnya merasa kesepian. Ingin ia memutar waktu, untuk tidak menemuinya malam itu. 'Selalu menganggap diriku kotor, adalah sebuah kebiasaan.' - Gianna Pristin Dirgantara - ---- Kesalahan besar telah ia perbuat. Tantangan konyol yang membuatnya terjebak. Rasa penyesalan semakin tumbuh dalam dirinya. Lelah sudah ketika ia semakin tenggelam dalam penyesalan yang dalam. Kata maaf tidak pantas untuk ia ucapkan. 'Menyakitinya adalah kebiasaanku.' - Arthur Julian Wijayanto - ---- DON'T COPY MY STORY!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines