BIJAKSANA

BIJAKSANA

  • WpView
    Reads 105,116
  • WpVote
    Votes 9,539
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 31, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
[FOLLOW DULU SEBELUM BACA] "Gak ganz? Gak diterima di geng gue!" Bijaksana Romeo Pramodya. Kisah dari seorang ketua geng terbesar bernama GANZTA yang kembali setelah koma selama setahun lebih, dan melalukan penyelidikan tentang siapa yang menembaknya. Siapa sangka, saat melakukan penyelidikan itu sang ketua bertemu dengan seorang gadis dingin sedingin kutup utara. Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Langsung baca aja guys. *** Tidak hanya kisah geng dan percintaan. Cerita ini juga akan membahas tentang sahabat, solidaritas, toleransi, dan banyak lainnya. 🚫mengandung kata-kata kasar 🚫adegan kekerasan 🚫dan tingkat baper yang tinggi
All Rights Reserved
#575
fiksiumum
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He's My Best Friend [END]
  • Transmigrasi Zheta [END]
  • ARGARIA (SELESAI)
  • ANTARES
  • My Boyfriend Is The Most Wanted
  • ELANG [SUDAH TERBIT]
  • LEOVAN [COMPLETE]
  • Bara [REVISI]
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • ALBAR

Sudah [Tamat] ⚠️HARAM PLAGIAT" Aku nggak pergi. Aku hanya ada di hati kamu untuk sekarang,besok,dan selamanya," "I love you, Aretha Nararsya. You are the only one and forever." Aretha teringat kembali memorinya dengan Kara dan masih mengingat dengan jelas tatap teduh dari cowok itu. dia tersenyum hangat. Kemudian berkata "I love you Saskara Arkana. You are in my heart for now and forever." Aretha menatap makam itu dengan senyum hangat, lalu dia berdiri kaget melih Alva dengan tatap kosong sambil menarik tangannya memasangkan sesuatu di tangannya. "Dari Kara. Jangan untuk selamanya sampai mendapatkan cinta yang sejati. Simpan baik baik jika telah menemukan cinta itu." "Ayo sekarang kita ke bandara," ajak Alva mengulurkan tangannya pada Aretha. Aretha menerima tangan Alva tanpa sadar air mata itu lolos dari pertahanan kelopak mata Aretha. Semeliar angin menerpa wajah seorang menangis tertahan, dia masuk kedalam mobil matanya masih tertuju pada gundukan tanah itu walaupun mobilnya sudah berjalan jauh. "Aku tunggu kamu kembali dengan versi yang berbeda." _Saskara Arkana Krismantara_

More details
WpActionLinkContent Guidelines