Story cover for Ilham Jung by Panglima14
Ilham Jung
  • WpView
    Reads 893
  • WpVote
    Votes 80
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 893
  • WpVote
    Votes 80
  • WpPart
    Parts 11
Ongoing, First published Nov 10, 2020
"Sementara aku hanya lulusan SMA pesantren. Bukan perawat atau pramugari lagi yang buat aku cemburu, tapi negara kita, iya negara kita yang dengan seenaknya bisa mengambil kamu dari aku kapan pun negara kita mau," cerca Elvira
"Kamu Gak lupa kan? Kalau kamu menikah dengan seorang abdi negara? Mengabdi pada negara sudah menjadi sumpah aku" jelas Ilham
"Lalu bagaimana sumpah kamu dihadapan abi, untuk tetap bersama dalam keadaan apapun? " Ilham seakan terboikot dengan pertanyaan Elvira. 
Akankah keduanya mampu bertahan sementara atmosfer diantara mereka layaknya kutub.
"maaf, tapi perlu kamu tau aku mencintaimu, assalamualaikum." ujar Ilham kemudian mengecup singkat kening Elvira  dan ia segera bergabung dengan tentara yang lain untuk segera berangkat menggunakan pesawat militer. 
Elvira mematung menatap pesawat militer yang mulai lepas landas, seakan ada sesuatu yang hilang dari sebagian dirinya, ah iya hatinya, hatinya telah ia berikan seluruhnya untuk seseorang yang memberinya sebuah kalung identitas. Letnan Ilham Jung. 


#salamhangatIlhamJungdanElvira
All Rights Reserved
Sign up to add Ilham Jung to your library and receive updates
or
#23akmil
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
As Possible  cover
cinta yang terlambat cover
Assalamualaikum, Gus ✔ [Terbit] cover
Seindah Senja Kala Hujan cover
Mengejar Cinta (Tersedia Di ebook Dan Novel) cover
Kapten Alvand ( Tersedia Ebook ) cover
Kapten Sengkala Tersedia Ebook Dan buku cover
Posesiveable Mr. Doctor cover
Dibalik Lencana Dan Sketsa cover

As Possible

45 parts Complete Mature

Masa tahun akhir masih berkisah seputar itu saja. Ify harus segera merampungkan masa studi nya dan beranjak dari kampung halamannya. Ia malas mendengar ocehan sanak saudaranya yang terus saja bergunjing tidak jelas. Ia memang, dia suka dirumah. Jarang keluar dan itu sudah terjadi sejak ia menginjakkan kaki di tempat ini. Bersosialisasi pun bisa dibilang sering tidak sering. Ia tak ingin merepotkan diri dengan cokolan tak berfaedah. "Kalau harus memilih, gue lebih pilih gak tinggal disini. Demi Tuhan!". "Kenapa sih Fy? Rumah itu kan punya mama lo". Iya Ify membenarkan hal tersebut. "Gak suka gue! Keluarga gue itu kebanyakan gibah nya! Hal gak penting aja diomongin. Malesin banget!". Di seberang sana teman satu PL nya terkekeh. Ia pernah mendengar cerita ini sebelum nya. "Trus lo mau nya kemana?". "Jauh dari sini deh! Ikut suami aja. Tapi gak dirumah mertua juga kali!". Kali ini Via terbahak. Rumah mertua memang momok yang menakutkan. Begitulah, Ify harus memilih berjalan dengan masa lalu yang masih terngiang di kepala nya atau berjalan angkuh dengan masa depan yang belum tau akan seperti apa menurutnya.