Aku selalu berandai. Mengharapkan banyak hal, yang kata sebagian orang akan mustahil untuk kugapai. Banyak yang menyarankan untuk berhenti, sebelum berjalan terlalu jauh dan kian memupuk.
Sampai mimpi-mimpiku perlahan tertutup. Tersekat oleh trauma yang membuatku jatuh sejatuh-jatuhnya. Bukan sekali dua kali aku berpikir untuk berhenti. Pasrah, ingin rasanya mengiyakan resah yang lama mengusik setiap detik waktuku.
Namun, sebuah nasehat terlintas. Lagi lagi berbisik lembut di sela-sela keraguan dan kepayahanku.
"Jangan berhenti. Ingat satu hal! Langit akan selalu mendengarkan" kata lelaki itu, lelaki asing yang tak pernah kuketahui identitasnya.
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Gue diam bukan berarti pengecut. Tapi gue diam karena gue salah udah menciptakan perasaan terlarang ini. Perasaan terlarang yang gak boleh ada dalam persahabatan. Gue salah karena jatuh cinta sama lo.