ISTRI KECILKU [TELAH TERBIT]

ISTRI KECILKU [TELAH TERBIT]

  • WpView
    LECTURAS 4,706
  • WpVote
    Votos 221
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, abr 17, 2021
Menikahi seorang gadis asing berumur 15 tahun karena tanpa sadar merenggut kesuciannya. Hidup berdua tersembunyi, saling diam, tak bertegur sapa, ditemani kesunyian dan tangisan malam setiap harinya. Dia hanya noda, dia hanya korban, dan akulah pelakunya!
Todos los derechos reservados
#57
pelajaranhidup
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Memories in Moon
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • Takdir Sang Ilahi [END]
  • Senja Terakhir [End]
  • Alverissa [Proses Terbit]
  • LOVE WILL FIND A WAY
  • Epiphany - Lee Jeno [SELESAI-REVISI]
  • YOUNIVERSE (Tahap Revisi)
  • Dia dan Doa
  • Dear Humaira

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido