Lucky Level

Lucky Level

  • WpView
    Reads 6,810
  • WpVote
    Votes 715
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 20, 2021
Di Jepang, sebuah studi mengatakan bahwa seluruh manusia memiliki level keberuntungan yang berbeda-beda. Lucky Level adalah satuan pengukur tingkat keberuntungan seorang manusia yang terdiri dari 7 tingkatan. Mulai dari level 1 yang terendah, hingga level 7 yang tertinggi. Boruto Uzumaki adalah seorang remaja SMA dengan Lucky Level bernilai nol, yang artinya ia tidak mempunyai sedikitpun keberuntungan. Hal ini membuatnya mendapatkan julukan "Zero," yang memang mengacu pada Lucky Levelnya. Berbanding terbalik dengan Sumire Kakei, seorang gadis SMA dengan Lucky Level 7, yang artinya ia adalah orang yang memiliki keberuntungan paling tinggi dan ini sangatlah langka. Karenanya di SMA, Sumire mendapatkan julukan "The Fortune Princess" yang artinya "Sang Putri Keberuntungan". Namun entah ini sebuah keberuntungan atau kesialan, takdir mempertemukan Boruto dan Sumire. Si Level 0 dan Si Level 7, Si Nasib Buruk dan Si Nasib Baik, Si Rakyat Jelata dan Si Putri Kerajaan. Mereka berdua dipertemukan oleh benang merah yang akan membawa mereka ke rumitnya kisah ini. Disclaimer : Masashi Kishimoto Story : Wan So-Ro
Creative Commons (CC) Attribution
#8
inohima
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naruto : I Love You So Much
  • MALAIKAT KECIL ✔
  • Senpai to kanojo
  • Naruto : The Greatest Prodigy
  • In Silence, I Loved You
  • The Tale of Uzumaki Naruto, King of Knights and Second Monarch of Destruction
  • ׅ꯱ꪱׁׁׁׅׅׅꭈׁׅꫀׁׅܻ݊݊ꪀ ֮ϐׁᥣׁׅ֪ᨵׁׅׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊   - bnha x reader
  • OBSESSION (Borusara)
  • Super St🌟r Magic High School [END] √

Updatre Di Usahakan Setiap Hari Romansa Naruto And Ino Konoha Gakuen adalah SMA di kota Konoha yang cukup ternama. Konoha gakuen bukan sekolah elite yang biayanya mahal. Konoha Gakuen adalah sekolah biasa untuk orang-orang biasa, walaupun ada beberapa murid elit yang kaya dan pintar. Saat ini adalah jam istirahat, tak heran suasana di Konoha Gakuen sangat riuh. Banyak siswa yang nongkrong di kantin, atap, koridor dan kelasnya hanya untuk makan siang dan berbincang dengan teman-temannya. Ada juga murid murid penyendiri yang hanya memakan makanannya dan tak berbincang dengan siapa pun karena dia merasa tak punya teman atau tak mau mendekati yang lain. Biasanya mereka hanya membaca buku, memainkan handphone -nya atau tidur siang. Di kelas 2-C, telihat seorang pemuda berambut pirang jabrik acak-acakan dengan seragam tak rapi, yakni kemeja pendek berwarna putih tak dimasukkan ke dalam celana panjang biru sehingga terkesan urakan, dia tengah melangkahkan kaki keluar kelas. "Seperti biasa, Uzumaki Naruto selalu terlihat seram ya." Pemuda berambut coklat pendek nyengir pada teman-temannya, membuat tato segitiga terbalik di masing-masing pipinya sedikit terangkat. "Kau benar Kiba! Dia selalu memasang tampang seram seolah berkata jangan-dekati-aku!" sahut gadis berambut merah muda pendek dibelah tengah. "Cih. Merepotkan." Pemuda berambut hitam dikuncir tinggi hingga tampak seperti nanas dalam bukunya dengan malas. "Jangan membicarakannya kalau kau tak mau berurusan dengannya!" "Betul kata Shikamaru-kun! Kita jangan mengusiknya! Benar kan Sasuke?" ucap pemuda berbadan besar yang berdiri di samping Shikamaru sambil membuka snack keripik kentang cemilannya. Dia bertanya pada pemuda yang berdiri di sampingnya. "Hn." jawab Sasuke si pemuda paling tampan dan cuek dengan acuhnya. Gadis berambut merah muda tersenyum kecil. "Kalian salah! Sekarang Ino harus berurusan dengan lelaki itu!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines