Dear Semesta (part 2)

Dear Semesta (part 2)

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 11, 2020
Dulu aku mengira, dia adalah jawaban dari (si)apa yang pernah aku pertanyakan pada semesta. Namun sampai hari ini, hingga detik ini, dia masih menjadi pertanyaan yang aku pertanyakan pada semesta. Dear semesta, jika bukan dia jawaban atas pertanyaanku, tolong hilangkan dia dari dimensi ku. Semesta, jika benar dia adalah jawabannya, tolong keluarkan tangan-tangan ajaibmu, agar aku bisa hidup dalam dimensi yang sama bersama dia. Semesta, terimakasih telah mempertemukan dan memisahkan. Semesta, terimakasih telah menitipkan rasa, meski kisahnya sudah tiada namun rasa ini masih ada.
All Rights Reserved
#691
ikhlas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Full Of Scratches
  • Stay With Me
  • SHEFAYRA
  • 🚨The sun in the dark sky🚨
  • ANDAI AKU PUNYA KESEMPATAN LAGI (TAMAT)
  • ALEYA~~
  • Hypocritical (Zeedel)
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • Rumah Untuk Pulang[TAHAP REVISI]✅
  • The CHOICE

Jangan lupa vote yaaa! 🤗 Karena dukungan kalian begitu berarti buatku!🤗 ________________________________ Takkan pernah terbayangkan sebelumnya jika kehidupan yang digariskan oleh Tuhan ternyata se-pelik ini. Ia bahkan merasa masalah sangat senang menghinggapi dirinya. Ia hanya bisa berharap akan ada secercah cahaya yang membawa harapannya mengudara bersamaan dengan teka-teki dalam hidupnya dapat terpecahkan. * * * "Saya akan pastikan bahwa seluruh anggota keluargamu akan menanggung akibatnya! Saya bersumpah!!" _ "Manusia mana yang tidak takut mati?" _ "Sebelum pergi, aku hanya ingin mengungkap satu hal agar aku bisa pergi dengan tenang. Hal yang membuatku begitu penasaran setengah mati. Tolong izinkan aku ya tuhan... " _ "Aku hanya ingin tahu kebenaran seperti apa dibaliknya, bukan membuka luka lama. Karena bagaimanapun, luka sudah menjadi teman dalam hidupku sejak kejadian itu. Jadi, meski luka lama itu dibuka atau tidak, aku sudah terluka dengan hebat." _ "Terima kasih telah mengajarkan ku apa arti hidup itu. Aku tidak menyesal dan aku bahagia..." * * *

More details
WpActionLinkContent Guidelines