DAVISA

DAVISA

  • WpView
    LECTURAS 40,222
  • WpVote
    Votos 3,884
  • WpPart
    Partes 31
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ene 14, 2023
{ON GOING} Typoo bertebaran "lo punya mata nggak si?! Lo kira jalan gede gitu bisa se enaknya lo lewati tanpa toleh kiri kanan? Mata tuh di gunain jangan di buat pajangan doang!" Davi menutupi kegugupannya dengan mengomeli pria di depannya. "nggak" Davi melongo mendengar jawaban laki laki di depannya ini. Davi bahkan bisa melihat laki laki itu mempunyai sepasang mata dan terbuka lebar. "lo kira gue gampang lo bodohi?! Mata lo nempel tuh di wajah lo!" seperti biasa mulut Davi memang pedas. Ia mengucapkan itu spontan. "punya mata bukan berarti bisa lihat" ucap lelaki itu datar lalu bangkit dari duduknya. Davi terdiam ia tidak paham dengan ucapan pria itu. Ia sedang mencerna ucapan pria itu di otaknya. Beberapa detik kemudian Davi melototkan matanya. Davi melihat gerak gerik pria itu memastikan pikirannya benar atau tidak, namun saat ia lihat tingkah lakunya Davi bertambah semakin yakin apa lagi saat pria itu hampir menabrak pohon yang sudah di depan mata. Davi memutuskan bahwa pria itu tunanetra. ____________ Davisa Oksana Anantaro gadis bar-bar bermulut pedas. Gadis bernetra coklat terang dan memiliki ciri rambut sebahu itu mau tak mau harus menerima tawaran pekerjaan dari sahabatnya. Ia harus menjaga seorang laki-laki pemilik wajah tampan. Namun di dunia ini manusia tidak ada yang sempurna, seperti hal nya seorang Askara Cavanes Gionic cowok dengan wajah sempurna itu harus mengidap tunanetra akibat kecelakaan yang ia alami. Cowok berparas tampan itu tidak menerima kondisinya dan selalu menganggap dirinya bukanlah manusia cacat, hingga tuhan mempertemukan dirinya dengan seorang gadis yang memiliki sifat di luar ekspetasinya. Start : 12 November 2020 End : ??? mindtar Highest Ranking # 1 tunanetra (18/02/21) # 1 penyakit (21/05/21) # 1 barbar (14/08/21)
Todos los derechos reservados
#218
penyakit
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • RAISEN
  • Queen Of BAD GIRL ✔(Completed)
  • Magical Feeling
  • DAREL (END)
  • Stuck With You | ON GOING
  • Metamorfosa- Ending
  • GUNFA
  • Pushy Boy (Cowok Pemaksa) END
  • ALLASSO (END)

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido