Rentang Waktu

Rentang Waktu

  • WpView
    Reads 205
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 20, 2020
Seorang Perempuan yang tidak berdaya, terbelenggu, terkurung, terhempas, namun ada gemuruh yang merambah memenuhi ruang hingga terdesak tak menyisakan ruang lagi untuk menepi. Disana ia menjadi korban dari rentang waktu , berjuta pertanyaan dan pernyataan mendera menusuk hati yang tak henti jadi sasaran. Setelah hatinya remuk beranjak berakhir, tiba-tiba ia menemukan titik awal kehidupan dan bisa mengartikan apa arti dari kebahagiaan. kisah ini bukan kisah sad girl yang berangan dapat good boy, bukan juga kisah hidup dengan penuh kebucinan, tapi membaca kisah ini seperti bermain puzzle, potongan-potongan ceritanya membentuk rangkaian kisah yang tak di sangka-sangka, jalinan kisahnya dihiasi perenungan yang mengejutkan. Bacanya sambil Vote ya temen-temen, terimakasih:)
All Rights Reserved
#477
bahagia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Satu Senja Terlambat
  • Dishana (End)
  • RUMIT✔️
  • Senja Kaylara [ END ]
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • 22.22 (END)
  • My Doctors (END)
  • secretary and ceo fierce
  • Dia Kembali (GreShan)

Di tengah rutinitas kantor yang membosankan, pertemuan tak terduga terjadi antara dua orang yang dulu hanya saling kenal sebatas nama-teman dari teman, tanpa jejak kenangan berarti. Tapi waktu mempermainkan takdir. Mereka kembali dipertemukan, kali ini dalam ruang yang lebih sempit: satu kantor, satu tim, satu dunia kecil yang membuat jarak di masa lalu perlahan menghilang. Seiring hari berganti, obrolan ringan berubah menjadi kebiasaan, tawa jadi penenang, dan diam jadi pengertian. Tanpa sadar, sang lelaki jatuh cinta. Namun hatinya tertahan-bukan karena kurang keberanian, tapi karena realita: perempuan itu telah memiliki seseorang yang menunggunya di altar. Ia mencintainya dalam diam, mendampinginya dalam bayang. Ia hadir dalam setiap senja, berharap waktu bisa mundur, atau setidaknya berhenti sejenak. Tapi hidup tak menunggu, dan pernikahan tetap berjalan. Di satu senja, ia sadar-ia datang terlalu terlambat. Cinta itu bukan miliknya. Dan yang tersisa hanyalah kenangan dari apa yang mungkin bisa jadi, tapi tak pernah benar-benar terjadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines