Enggak! Pokoknya Elin nggak mau. Enggak!"
____Elin, istri baru saya histeris.
____"Waduh,.. Elin. Kamu jangan heboh gitu dong... Ini kan malam pertama kita. Dan kamu itu kan dokter.. waduh.. malu dong kalo sampai orang lain denger.." saya terus memburunya dan di kamar hotel bintang lima itu kami pun uber-uberan kayak anak kecil.
____Dalam keadaan siap tempur saya pun akhirnya berhasil menomploknya.
____"Bercandanya jangan kelewatan, sayang!" saya meringkusnya dan menarik lepas daster batiknya yang masih baru.
____"Ini bukan bercanda, Mas!!!" Elin meraung.
____"Tapi kan kamu istri saya, sayang... Dan ini malam pertama bulan madu kita!"
____"NGGAK MAU!!! POKOKNYA ENGGAK!!!"
____Saya menatap sorot mata cantiknya, dan spontan mundur teratur. Saya melihat kebencian luar biasa di mata itu. Seolah,.. saya ini barusan menakali tante-tantenya semuanya sampai perutnya melenthus semua.. atau apa.
____"Ada apa, Elin?"
____"Kamu tahu ada apa!!" katanya. Nadanya masih dua oktaf di atas normal.
____Saya pun melonggarkan telikungan saya, dan Elin meloloskan diri. Lalu diez!!! Dia menjejak saya pas di titik tengah. Wadaw!!! Saya pun melintir ampun-ampunan. Bayangin,.. gak dialas kain, gak dilindung tameng anti huru-hara,.. tahu-tahu titik terlemah dijejak kaki jenjang sekuat tenaga begitu.. Siapa yang gak melintir. Bengkok, bengkok deh nih urusannya...
____Bergegas Elin memakaikan melepaskan daster batiknya, berganti celana jins cepat-cepat, lalu kaos, lalu blas.. dia kabur sambil membanting pintu kamar. Brak! Astagfirullah.
____Saya meringkuk di tempat tidur.
____Terus saja saya meringkuk sampai rasa ngilunya hilang.
____Sampai bersin-bersin, baru saya berdiri dan berpakaian yang agak tebal lagi.
____Ihik. Dasar nasib.
____Begini lama saya menunggu momen ini. Dua puluh delapan tahun.. eh, pas harinya bukannya dapat enak, malah dapet jejak... Ngilu yang itu sebentar berangsur berkurang,.. tapi ngilu yang di dalam hati terasa dalem banget....
Rosaline pecinta novel dewasa. Namun, novel dewasa dengan tema harem berjudul Hers adalah novel terburuk yang pernah Rosaline baca.
Eksekusi plot cerita mainstream dan karakter yang membuatnya mencak-mencak ditambah lagi nama tokoh antagonis perempuan dalam cerita tersebut adalah Rosaline, namanya sendiri.
Siapa sangka Rosaline memasuki dunia novel itu.
Para tokoh utama laki-laki, terutama Jayendra, selalu menyalahkannya atas semua ketidaknyamanan tokoh utama perempuan, Vanita. Ditambah lagi Vanita yang selalu bersikap menyebalkan, membuat Rosaline memilih sekalian saja mendalami perannya sebagai antagonis perempuan.
Karena tak punya siapa-siapa di pihaknya, Rosaline terpaksa mendekati Kalingga, sang antagonis laki-laki dalam novel Hers. Musuh Jayendra. Sekaligus tokoh yang Rosaline yakini hanya memiliki ketertarikan pada laki-laki. Alias; gay.
...
"Mau gue buktiin kalau punya gue bisa berdiri tegak hanya untuk perempuan?" Tangan Kalingga yang satunya memeluk pinggang Rosaline pelan. "Sini lo agak mepet dikit dan rasain punya gue udah membengkak sekarang. Itu kalau lo berani."
@kandthinkabout