Kenya Secrets

Kenya Secrets

  • WpView
    Reads 154
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 6, 2021
Ini bukan cerita tentang kisah cinta anak remaja yang sering kalian jumpai dalam novel-novel yang sering kalian baca. Ini cuma menceritakan tentang hidupku yang aku sendiri sebenarnya masih ragu apakah aku memilih langkah yang benar atau tidak dalam menjalani hidup. Kalau kalian mencari kisah percintaan, kurasa kalian salah untuk masuk ke dalam cerita ini. Mungkin akan sedikit membosankan, atau mungkin justru kalian akan membenciku kalau kalian membacanya. Yah, semua tergantung dari kalian masing-masing yang akan menilai. Kalau kalian pada akhirnya memilih untuk membaca cerita ini, tolong jangan menyesal dan salahkan aku, ya. Selamat menikmati dan mengumpat karena sikap burukku. Tertanda, Kenya Nugroho
All Rights Reserved
#5
babybun40
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trust
  • AZGLAIR
  • MATSA [ Tamat ] 𝗿𝗲𝗸𝗼𝗺𝗲𝗻𝗱𝗮𝘀𝗶
  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • Cool Girl Vs Bad Boy
  • Garis Takdir Bad Girl
  • My Protective Brothers
  • NERDY GIRL (Completed)
  • BAD LIAR (Completed)
  • My sweet troublemaker VS Simple girl
Trust

Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines