Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
Anindya Revisi

Anindya Revisi

  • WpView
    LECTURAS 75
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 29
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, mar 23, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
Prolog Menjadi jomblowati diusia yang tidak muda lagi tentu sesuatu yang menyakitkan. Wahai, jodohku, jejaka ataupun duda, Dimanakah gerangan dikau? Di setiap pertemuan entah ketemu teman, saudara tetangga, yang pertama ditanyakan pasti, Anin, kapan nikah? Aduh, apa gak ada lagi pertanyaan yang lain, sih? Atau memang tidak bisa buat pertanyaan selain itu? Mengapa Anin bisa sampai lama menjomblo? Dan bagaimana akhirnya ia menemukan jodohnya dan memenuhi keinginanan orangtuanya agar memberi cucu?
Todos los derechos reservados
#51
anindya
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Bukan Istri Bayaran(End)
  • Rahasia Suami Dinginku
  • Please....Beside Me  (Sudah Tersedia Ebook Ya)
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • ASA: Semesta Itu Bukan Milik Kita
  • Anugrah Azizah
  • Tak Sengaja Jodoh
  • My little wife

#Prolog Seorang wanita tengah duduk di single sofa seraya menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. Ia memejamkan matanya kemudian menghembuskan nafasnya. Tak jauh dari itu,tampak seorang pria yang berjalan dengan langkah cepat namun terdengar tegas. Mendengar suara langkah kaki itu,lantas wanita itu membuka kedua matanya dan menoleh untuk melihat siapa yang berjalan. Setelah dia melihat pemilik langkah kaki tersebut,senyumannya pun merekah. Ia berdiri dan berjalan menghampiri pria itu. "Bagaimana?" Tanya wanita itu seraya terus mengikuti pria tersebut yang tetap saja berjalan. Pria tersebut duduk diikuti dengan wanita itu disebelahnya. Wanita itu terus saja menatap wajah pria tersebut yang menampakkan ekspresi kesal. "Ayahku belum menyetujuinya." Akhirnya pria tersebut membuka suara. Wanita itu mengeryit tatkala mendengar jawaban yang terlontar oleh pria disebelahnya ini. "Dia bilang,saudaraku belum memiliki pasangan ataupun calon. Kita berdua harus menunggunya hingga dia menikah. Dan aku tidak boleh mendahuluinya." "Lalu bagaimana ini? Kembaranmu itu bahkan belum memiliki calon. Bagaimana dia ingin menikah. Mau sampai kapan kita menunggunya? Sampai anak di kandunganku ini lahir dan semua orang akan tahu bahwa aku hamil diluar nikah karenamu? Keluargaku dan keluargamu akan malu jika hal ini sampai terjadi." Pria tersebut mengusap lengan kiri sang wanita bermaksud agar wanita yang ada disebelahnya tenang. "Itu tak akan terjadi,Sayang. Akan kupastikan jika nantinya adikku itu memiliki calon dan kita berdua bisa menikah." Pria tersebut tersenyum diikuti dengan sang wanita yang juga ikut tersenyum.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido