Teleporn

Teleporn

  • WpView
    Reads 2,486
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 10, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
[Konten Dewasa 18+] Abby adalah seorang siswa SMA kelas 2 yang memiliki sumbing di bibir sebelah kiri bawah. Karena itu ia selalu menjadi bahan ejekan bahkan membullynya secara fisik. Tidak hanya itu, ia juga tinggal dengan Paman dan Bibinya yang selalu marah kepadanya. Di saat putus asa ia melihat ke langit dan mendapati sebuah pesawat ruang angkasa, di pesawat itulah ia mendapat sebuah kekuatan yang bisa berpindah dari satu titik satu ke titik yang lain, dengan kata lain Teleport. Abby yang memiliki kekuatan itu ia pakai untuk bersenang-senang, balas dendam atau apapun keinginannya termasuk menikmati tubuh wanita. Note: Cover masih bersifat sementara.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My First Love [END]
  • Putih & Abu-abu
  • Arion (End)
  • Burning Desire
  • Mirea Revenge
  • SUGAR DADDY- PCY▽
  • Based on Love
  • A Fractured Soul
  • ManDavano
  • I'm Done [End]

WARNING 21+!!! Banyak adegan dewasanya, yang merasa belum cukup umur diharap mengundurkan diri ya... ##### Mavia Renata, seorang siswi cantik kelas 2 SMA yang nampak anggun dan lembut namun sebenarnya ia adalah gadis yang tomboi. Dia sedikit kurang pandai dalam bidang akademik, namun berbeda dengan bidang non-akademik nya yang luar biasa. Dia punya segudang prestasi dalam bidang olahraga, seni serta kepemimpinan. "Hei..Boleh nggak gue minta jawaban soal lo?" ucapku sambil menyenggol sikunya. Ku buang jauh2 gengsi ku entah kemana, ku bulatkan tekat ku untuk bertanya padanya. Ya dia adalah Marvel Abimana, Cowok blasteran Indo-Korea yang cukup ganteng namun paling rese di kelasku yang kebetulan banget kali ini duduk sebangku dengan ku. "Boleh," jawabnya singkat. "Beneran??" tanya ku curiga. "Boleh,tapi nggak gratis!" imbuhnya sembari menoleh kearahku dengan senyum liciknya. "Lo mau imbalan apaan?" tanyaku penasaran. "Satu jawaban dibayar dengan satu ciuman," bisiknya pelan tepat di telinga kananku. Seketika itu juga membuatku bergidik ngeri. "What????" ucapku kaget. Terlihat dia sedang tersenyum puas. "Sial!!! apa yg harus aku lakukan??" ucapku dalam hati. Mau tau kelanjutannya?? Yuk lanjut baca..

More details
WpActionLinkContent Guidelines