PENDAKIAN DI MALAM HARI

PENDAKIAN DI MALAM HARI

  • WpView
    Reads 441
  • WpVote
    Stimmen 5
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadErwachseneninhaltAbgeschlossen Do., Nov. 12, 2020
WpInfo
Belletristik
Horror
Kisah nyata perjalanan saya,percaya atau tidak itu tergantung kalian ya, yang penting ini emang yang saya jalanin :) Terimakasih banyak yang sudah mau membaca cerita saya ini, mohon maaf bila masih banyak kata kata yang kurang baik. Tetap jaga kesehatan ya! Salam lestari..
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT)
  • Siluman Tak' Bernyawa
  • My Horror •Irror•
  • NEVER AGAIN
  • PETILASAN ALAS MEDI (COMPLETE)
  • Pajak Jadian
  • Misteri KKN Di Desa Penari
  • RUMAH BARU [complete]
  • Sepucuk Rindu
  • SEMALAM DI LAWANG KRAJAN [complete]

(BASED ON TRUE EVENT) **** Ini adalah kisahku saat mengikuti perkemahan PMR Regional provinsi. Dimana lokasi yang ditempati merupakan tempat pembantaian terbesar PKI dimasanya. Kisah kelam korban di masa lalu membentuk entitas kengerian ditempat itu. Sosok-sosok yang masih tak terima saat dibantai karena ketidakadilan memenuhi lokasi area bekas Belanda tersebut. Disini mereka menanti. "Kebun Djengkol". **** BRAKKK... Tiba-tiba pintu itu menutup dengan sendirinya. Spontan aku yang kaget langsung berlari menjauhi. Ketika melewati tembok jalan keluar bilik kamar mandi, aku tak sengaja menabrak seseorang. "Cuk!!!" Awalnya pemuda itu sempat marah, namun ekspresinya berubah saat melihat wajahku yang sudah pucat pasi. Aku pun bengong sepersekian detik. Bukan, bukan karena terpesona melihat wajah orang tampan layaknya adegan film-film romantis remaja. Namun aku berusaha menenangkan diri dari sisa ketakutan. Pemuda itu menatapku dengan ekspresi yang susah dimengerti. "Kamu nggak apa-apa?" tanyanya kemudian. "Nggak apa-apa. Maaf nggak sengaja nabrak". "Kenapa? Habis liat hantu ya?" "Ah ituu ..." "Kuntilanak ma setan bocahnya masih ngeliatin kamu tuh." Ucapnya santai. Dadaku kembali berdegup kencang sambil mengumpat lirih. Kini aku ganti memandangnya lekat. Dan pemuda itu membalas reaksiku dengan menyipitkan mata. "Apa?" Tanyanya kemudian. "Kamu bisa liat kan 'mereka' kan?" "Liat apa?" Aku sedikit melangkah mendekatkan diri sembari berbisik "Demit" Pemuda itu sempat terbahak. Lalu tiba-tiba menjulurkan sebelah tangannya. "Aku Aji." ****

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien