Ralita
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 6, 2020
Ralita,gadis yang masih duduk di bangku SMK itu adalah anak bungsu di keluarga Azka. memiliki 2 orang kakak laki-laki yang keduanya sudah masuk dunia perkuliahan dan Ralita yang paling menghemat tenaga dalam arti kata lain mageran tinggat dewa. sang kakak malah gemas dengan tingkahnya bahkan salah satunya memiliki sifat yang babuable banget jadi Ralita gk perlu lagi memikirkan gimana membersihkan kamarnya yang super berantakan karena ulahnya. kata Ralita sih 'jalani aja dulu yang sekarang,yang besok ya besoklah di hadapi kan bukan sekarang'. APAAN ITU!? udah ah! Skuy langsung baca aja!!! Jangan lupa tinggalkan jejak di setiap partnya >o<
All Rights Reserved
#205
masalah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Kematian Hati
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Ana Or Anara
  • Istri Mas Duda  [End]
  • Tujuh Alur
  • HARBORED Feelings
  • AGATHA [TERBIT]

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines