LIVES IN BOSTON [END]

LIVES IN BOSTON [END]

  • WpView
    Reads 531,659
  • WpVote
    Votes 19,794
  • WpPart
    Parts 64
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 3, 2022
Mendapatkan beasiswa dari sebuah sekolah elite di Boston,membuat Alora sangat senang. Cita-cita lamanya untuk bisa ke luar negeri tercapai. Tentu sebuah kesempatan yang sangat berharga. Namun bagaimana jadinya ketika Alora harus berurusan dengan Rex yang memberinya begitu banyak kejutan akan kehidupan bersekolahnya di Boston. Ketika kisah dan rahasia. Tercipta dan terungkap. Apakah sifat Alora akan berubah ketika mengetahui semuanya. Apakah kisah mereka akan berakhir indah atau sebuah malapetaka. °°°° Alora, gadis 17 tahun berwajah Asia serta tubuh setinggi 160 cm. Sangat suka menyanyi dan melukis. Memiliki seorang mama hebat yang menjadi seorang singel parent untuk Alora. Bersifat ceroboh serta kekanakan di waktu tertentu dan seorang gadis yang cukup periang. Rex Remington, seorang ketua geng mobil terbesar di Boston . Menjadi satu-satunya pewaris dari keluarga Remington. Brengsek, kejam, serta misterius adalah sifatnya. Berwajah tampan dan tubuh yang nyaris sempurna membuatnya digilai para wanita. °°° When my eyes gaze upon you I've been captivated. Until he realizes he can't switch and he's already down in the dark. Down in the dark with you. Warning!!! Ini adalah karya pertamaku. Cerita ini mengandung kata kasar, alkohol, drugs,kekerasan dll. Yang mungkin tidak membuat nyaman.
All Rights Reserved
#577
western
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines