Puisi Puisi Cinta Sangkakala

Puisi Puisi Cinta Sangkakala

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 14, 2020
WpInfo
Poetry
Bagus Effendik adalah seorang pemuda yang terlahir di sebuah desa kecil pinggiran kota Jombang, Jawa Timur. Terlahir dalam keadaan orang tua yang sederhana bukan orang berada sangat sederhana. Namun dari kesederhanaan tersebut memberikan peluang bagi ia untuk memupuk segala rasa dengan seluruh kegalauan perjalanan hidupnya lah sehingga tercipta kumpulan kata-kata menjadi sebuah bait merangkai menjadi sebuah sajak puisi yang penuh keberontakkan menerobos aturan-aturan ritme yang tak terpaku pada normal bunyi persajakan. Bagus Effendik adalah seorang pujangga yang tak terikat puisi yang diciptakan berjenis retorika namun memiliki makna mendalam dan sangat menyayat. Luka dan tragedi yang pernah ia datangi membuat sajak yang ia buat semakin brutal dan membuat ia memiliki imajinasi tak terbatas. Terlahir dari keluarga sederhana ibunya Amanah seorang ibu rumah tangga biasa namun dari sang bapak awal mula pemahaman ketidak wajaran tentang semua filosofi hidup membuat ia melanglang buana hingga ia dapat menelurkan sajak yang menerobos pemahaman tabu menjadi alur sajian yang indah.
All Rights Reserved
#485
puisicinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Tak Bertuan
  • Dia Arsen (END)
  • Mencintaimu Adalah Perang
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • HADES
  • Serangga Asparagus
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • My Cold Husband [COMPLETED]
  • Shubuh Itu Terbit dari Sepasang Matamu

Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! © 2026 by AuthorKhentut. All Rights Reserved.

More details
WpActionLinkContent Guidelines