We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ALPHA
  • WpView
    Reads 96
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Nov 16, 2020
WpInfo
Fiction
Fantasy
seorang gadis yang terbangun hampir setiap malam akibat mimpi yang selalu hadir dalam tidurnya kini mulai menemukan susunan teka-teki yang selama ini tidak ia ketahui,semenjak sosok di cermin itu muncul,hidupnya tak senormal dulu lagi,semua fakta yang ia jalani di Kilmora nyatanya sama sekali tak berada di tempat itu,namun jauh dari logika manusia biasa.selama ini Carment tak pernah tau apa yang terjadi pada dirinya,siapa dia . namun kehadiran empat remaja misterius bernama Felix,Saka,Alicia dan Arthur membantunya untuk mengungkap siapa ia sebenarnya. begitu semuanya berubah 360 derajat dalam beberapa menit. Setelah ia mengetahui semua kenyataan,Carment terpaksa untuk percaya,semua bukti nampak jelas tak terbantahkan.kini negeri Ramovhea berada dalam genggamannya. dia lah sang mesias,dialah ALPHA selanjutnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • RUN OR KILL (ON GOING)
  • Marked Fernandez
  • Switch Over
  • Terlahir untuk Kembali [TAMAT]
  • The Predicted Luna
  • The Secret Of Mita's Death
  • The Power Of Stalker
  • Alister Franklin : Maldición

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

More details
WpActionLinkContent Guidelines