ANGGI MAHARANI

ANGGI MAHARANI

  • WpView
    LECTURAS 43,221
  • WpVote
    Votos 4,557
  • WpPart
    Partes 39
WpMetadataReadConcluida sáb, abr 9, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
Anggi Maharani yang di kenal ceria dengan gaya cablaknya, siapa sangka harus merasakan patah hati sebelum berjuang. Menyukai atasan, adalah perjuangan yang menarik. Namun, di tengah bahagianya kala hati merasa menang, Anggi mendapatkan kenyataan yang menyakitkan. Atasan yang Anggi sukai, memiliki calon istri. Di kala hatinya terluka, masalalu yang Anggi ingin miliki, kini datang kembali. Anggi merasakan pata hati bertubi-tubi, hingga DIA menawarkan obat untuk hatinya. Satu kantor dengan teman masa SMA, benar-benar bahaya bagi Anggi. Bagaimana kalau semua tau, Anggi pernah menyukainya. Anggi merasa ingin menghilang. "Gue kira pak Shaka jodoh gue." "Ternyata?" "Malah dia yang tidak di sangka-sangka." "Plis deh Gi, pak Shaka nggak buta kali buat cari calon istri." "Terus, kenapa DIA mau sama gue?" "Mungkin dia merasa males cari perempuan lain." "Gue hajar ya, Juminten." "Makanya jangan ketinggian kalau berkhayal." "Timbang lo, masih di zona sama. Memendam perasaan secara diam."
Todos los derechos reservados
#99
menyakitkan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • KOTA BANDUNG & GITA
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • Oddly Coupley (Complete)
  • Langkah Seiring (END+EXTRA PART)
  • Beauty and the Boss
  • Because I'm Stupid (End)
  • Informed Consent

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido