ANGGI MAHARANI

ANGGI MAHARANI

  • WpView
    LECTURI 43,221
  • WpVote
    Voturi 4,557
  • WpPart
    Capitole 39
WpMetadataReadComplet sâm, apr 9, 2022
WpInfo
Ficțiune
Dragoste
Anggi Maharani yang di kenal ceria dengan gaya cablaknya, siapa sangka harus merasakan patah hati sebelum berjuang. Menyukai atasan, adalah perjuangan yang menarik. Namun, di tengah bahagianya kala hati merasa menang, Anggi mendapatkan kenyataan yang menyakitkan. Atasan yang Anggi sukai, memiliki calon istri. Di kala hatinya terluka, masalalu yang Anggi ingin miliki, kini datang kembali. Anggi merasakan pata hati bertubi-tubi, hingga DIA menawarkan obat untuk hatinya. Satu kantor dengan teman masa SMA, benar-benar bahaya bagi Anggi. Bagaimana kalau semua tau, Anggi pernah menyukainya. Anggi merasa ingin menghilang. "Gue kira pak Shaka jodoh gue." "Ternyata?" "Malah dia yang tidak di sangka-sangka." "Plis deh Gi, pak Shaka nggak buta kali buat cari calon istri." "Terus, kenapa DIA mau sama gue?" "Mungkin dia merasa males cari perempuan lain." "Gue hajar ya, Juminten." "Makanya jangan ketinggian kalau berkhayal." "Timbang lo, masih di zona sama. Memendam perasaan secara diam."
Toate drepturile rezervate
#138
pedih
WpChevronRight
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • Beauty and the Boss
  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • Informed Consent
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • MINE (END)
  • Nearby Relations
  • Langkah Seiring (END+EXTRA PART)
  • PaSuTrik (Pasukan Suami-istri Prik)
  • The Guitarist

"Bilang kalau kamu mau aku pergi. Bilang kalau kamu nggak suka aku hadir di hidup kamu. Say it if you mean it." - Benara Wijaya Kamuflase cinta. Penorehan luka. Hancurnya kepercayaan untuk bertahan. Kepalsuan dalam sebuah keluarga membuat Aluna Sarasita tidak akrab akan cinta. Sampai seorang lelaki tampan nan mapan yang merupakan pemilik hotel Saint Wijaya tempat mereka dipertemukan, menetap di dunianya bak lentera dalam gulita. Terdengar seperti omong kosong! Bahkan lelaki biasa pun enggan menerima Saras apa adanya. Namun, Benara Wijaya benar-benar berbeda. Saras tahu, menerima Ben adalah sebuah kekeliruan. Sekalipun lelaki itu berupaya meyakinkannya, kehidupan Ben yang sempurna tetap menjadi alasan bagi Saras beranggapan Ben tidak akan pernah memahami kondisinya. Mereka berbeda. Bak bumi dan langit. Bak hitam dan putih. Saras pun semakin yakin untuk menghapus Ben dari hidupnya. Tanpa peduli harapan yang telah dibangun oleh lelaki itu. Tanpa peduli ada hati yang hancur berkeping-keping karenanya. Lantas, berhasilkah Benara Wijaya membawa Saras pada akhir kisahnya? Mampukah ia menyadarkan Saras bahwa perempuan itu adalah luka sekaligus bahagia terindahnya?

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut