Ice Scream

Ice Scream

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 2, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Valmeira Shalani Araya. Vale, dia heran dengan hidupnya ini. Dia merasa semakin lama dia hidup semakin banyak penderitaan dan luka yang ia dapat. Dia mau semuanya normal. Padahal dia selalu tersenyum, dan bersikap seolah-olah tak ada yang salah. Tapi bukannya berhenti semua malah tetap. Tetap DIBENCI!! Jadi, apakah Vale, tetap akan memakai dengan sikap palsunya itu saat keadaan tetap tak memihaknya? Atau dia akan berhenti mengikuti keadaan yang seharusnya? "Sebenarnya yang benci sama gue itu mereka atau takdir. Gue bingung deh, heheh." Hei!! Kamu mau tau kelanjutannya, gak? Kalau iya lanjut baca yoks. Kalau gak mampir dulu siapa tau nanti jadi penasaran:)
All Rights Reserved
#16
challengemenulislsc45days
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Takdir Kita (END)
  • YOUNG GIRL!! (ON GOING)
  • one day later(End)
  • DIBALIK DINGINNYA SANG RATU (COMPLATE)
  • 𝐀𝐁𝐎𝐔𝐓 𝐊𝐄𝐘𝐋𝐀 [𝐄𝐍𝐃]
  • Seminggu sebelum aku mati (End)
  • Axevelia is Devil
  • The Devil Cruel [COMPLETED]
  • 𝕍𝔼𝕃𝕃𝔸 𝔸ℚ𝕌𝔼ℕℕ𝔸 𝔸𝕌ℝ𝕀𝕊𝕋𝔼𝕃𝕃𝔸 (END)

"Kamu yang nikah, kenapa harus aku yang susah?" "Maaf ... Mau menolak pun kita gak bisa melawan takdir, Key." "Kenapa harus aku yang kamu pilih? Kenapa?" "Maaf .... " "Mengapa berakhir seperti ini, Tuhan?" *** Keyla Anastasia, sosok gadis yang tak pernah tahu apa itu kebahagiaan dan hanya tahu penderitaan yang mengeras kan dan membekukan hatinya terpaksa menerima takdir pahit di hidupnya. Di mana gadis itu harus memecahkan masalah hidup wanita tak dikenalnya bernama Keysia Anabelle Theodore. Kebenaran penuh kejutan tak terduga hadir dalam hidup Keyla kala ia memulai rencana untuk segera memecahkan masalah dalam hidup Keysia sehingga berhasil mengguncang jiwa Keyla dan semakin menghancurkan hatinya yang telah lama beku lagikan mengeras. Akankah Keyla sanggup menjalankan takdirnya yang semakin dipenuhi penderitaan itu? Ataukah Keyla lebih memilih menyerah dan berusaha menjalankan hidupnya tanpa dibayang-banyangi masalah berat lagikan menguras emosi dan air mata?

More details
WpActionLinkContent Guidelines