Travel to Dream

Travel to Dream

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 21, 2020
Setelah Hari pertama , mereka menjalani pertemanan mereka layaknya teman pada umumnya. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama , tidak peduli apa yang di bicarakan orang - orang sekolah tentang mereka. Hingga pada saatnya , terjadi kesalah pahaman , mereka bertengkar saling beradu argumen dan berujung perpisahan. Tidak lama , kurang lebih 5 Bulan mereka kembali bersama. Mereka harus mendengar omongan tidak enak dari para murid , ada yang tentang fisik , keuangan , dll. Hingga setiap hari anulika dan aika selalu menanyakan sesuatu pada diri mereka sendiri. Anulika selalu bertanya seperti apa teman yang Bisa di jadikan teman hidup ? Anulika berharap aika lah yang menjadi teman hidupnya ( sahabat ) Sampai maut memisahkan. Sedangkan aika berfikiran lain , dia selalu cemas , siapa yang akan menjaga anulika nanti ? Dengan perilaku yang kekanak" an anulika , jarang yang mau dekat dengannya , aika terus berusaha selalu ada untuk anulika , hingga maut memisahkan. Semua kata di akhiri dengan " Maut memisahkan " apakah perjalanan mereka Masih panjang ? Atau sebaliknya ?...
All Rights Reserved
#15
travel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • SCORE 100
  • A Hundred Days Closer [On Going]
  • BOOK 1 MISSION SERIES: MISSION IN CASE (Pindah ke Innovel)
  • Queen of High School
  • FREKUENSI RINDU
  • Saranjana [END]
  • ANMR (TAMAT)

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines