Travel to Dream

Travel to Dream

  • WpView
    LECTURAS 6
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, nov 21, 2020
Setelah Hari pertama , mereka menjalani pertemanan mereka layaknya teman pada umumnya. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama , tidak peduli apa yang di bicarakan orang - orang sekolah tentang mereka. Hingga pada saatnya , terjadi kesalah pahaman , mereka bertengkar saling beradu argumen dan berujung perpisahan. Tidak lama , kurang lebih 5 Bulan mereka kembali bersama. Mereka harus mendengar omongan tidak enak dari para murid , ada yang tentang fisik , keuangan , dll. Hingga setiap hari anulika dan aika selalu menanyakan sesuatu pada diri mereka sendiri. Anulika selalu bertanya seperti apa teman yang Bisa di jadikan teman hidup ? Anulika berharap aika lah yang menjadi teman hidupnya ( sahabat ) Sampai maut memisahkan. Sedangkan aika berfikiran lain , dia selalu cemas , siapa yang akan menjaga anulika nanti ? Dengan perilaku yang kekanak" an anulika , jarang yang mau dekat dengannya , aika terus berusaha selalu ada untuk anulika , hingga maut memisahkan. Semua kata di akhiri dengan " Maut memisahkan " apakah perjalanan mereka Masih panjang ? Atau sebaliknya ?...
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • BOOK 1 MISSION SERIES: MISSION IN CASE (Pindah ke Innovel)
  • WIZARD (Broken Butterfly) END
  • Queen of High School
  • A Hundred Days Closer [On Going]
  • Lonceng Akhir yang Tak Pernah Berbunyi [TERBIT]
  • Saranjana [END]
  • ALGENTA
  • {𝐄𝐍𝐃}Catatan Teman yang Sudah Mati
  • Jiwa Monasrita
  • FREKUENSI RINDU

[Sebelum baca, follow akunku dulu yah!] #1 dalam Mystery/Thriller [22 Januari 2019], #1 dalam Remaja [14 Januari 2019], #1 dalam Misteri [14 Januari 2019], #2 dalam Pembunuhan [2 Januari 2019] Kehidupan di SMA Argosaka yang semula tenang berubah menjadi penuh kekhawatiran. Insiden pembunuhan terjadi secara beruntun. Korbannya tak lain adalah siswa SMA Argosaka. Tak ada yang tahu alasan mengapa siswa-siswi tersebut dibunuh. Pihak sekolah menutup proses investigasi. Menetapkan kasus ini sebagai kasus bunuh diri. Akhirnya polisi harus menyerah dan undur diri. Namun, saat polisi menutup kasus, beberapa siswa justru mendapat petunjuk dari surat-surat anonim. Mereka harus memecahkan teka-teki isi surat anonim tanpa bantuan polisi. Apabila gagal, taruhannya adalah nyawa mereka sendiri. Saat persahabatan mulai diragukan, kejujuran mulai dipertanyakan, keselarasan pikiran tak mampu diusahakan. Kesetiaan pun menjadi ancaman. Apakah masih ada yang namanya teman? Selamat membaca.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido