OUR KINKY 21+ (MewGulf-Completed)

OUR KINKY 21+ (MewGulf-Completed)

  • WpView
    Reads 6,644
  • WpVote
    Votes 363
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Jul 10, 2021
Rindu. Perasaan yang wajar ketika kata yang disebut jarak hadir. Rindu akan rupa. Rindu akan sentuhan. Rindu akan belaian. Namun ketika jarak menghilang, ada sesuatu yang harus dituntaskan. Perasaan rindu itu sendiri, dan juga gairah yang tertahan. Dan disinilah Mereka. Duduk diantara kerumunan, dengan yang muda menahan desahannya. Menahan rangsangan yang membuatnya gila, akibat dari sebuah Sex Toys yang bersarang dilubangnya. Mew pun asik memandangi kekasihnya yang sangat menggoda ini. Menahan desahan serta ekspresinya, seakan dirinya dikerjai. Namun sayangnya, ini adalah keinginan dari sang kekasih. Gulf Kanawut. -Exhibitionism
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Significant Other | MewGulf Story
  • I Want You to the Bone
  • Tell Me to Love You✔
  • 18
  • Believe Me [END]
  • MewGulf : Blank Space ✓
  • You're a sunflower
  • 1. Welcome my baby boy | MewGulf ✓
  • The Moon Is Beautiful
  • Hualamphong Story - Mew Gulf ✔

"CIUM! CIUM! CIUM!" Mew memelototi Gulf yang kini berdiri tepat di hadapannya, mengancamnya agar tak maju satu langkah pun. "CIUM! CIUM! CIUM!" Teriakan orang-orang semakin keras. "Gulf! Jangan mendekat! Awas saja kau!" ancam Mew masih dengan tatapan tajamnya. Gulf tersenyum getir ke arah orang-orang di bar itu yang tidak lain tidak bukan adalah teman satu kantornya. "Kau pikir aku mau menciummu? Ini semua karena kau yang tak mengerti cara bermainnya sehingga kita jadi kalah, dasar payah!" timpal Gulf kesal. "Kau juga tadi ketahuan kan! Dasar payah!" lawan Mew tak kalah kesal. "AYO CIUM! JANGAN CURANG! INI HANYA PERMAINAN!" teriak Run. "Kau dengar, ini hanya permainan. Ayolah, Mew! Aku tak suka terus-menerus jadi tontonan seperti ini," ujar Gulf seraya mendelik malas. Mew menatap Gulf ragu. "Gulf kita pasti akan jadi ejekan satu kantor, aku tak suka jadi bahan pembicaraan orang!" kata Mew bersikukuh menolak. "Ck! Biar saja! Ini hanya permainan! PER-MA-IN-AN!" Cup! Bibir kedua insan itu bersentuhan untuk beberapa detik. "AAWWWWW!!" Teriakan semua orang dalam bar seketika memenuhi ruangan mengalahkan suara dentuman musik yang keras. Mew menatap Gulf sinis seraya mengelap bibirnya. Gulf mengedikkan bahu tak peduli. . . NO KISS BETWEEN FRIENDS. Saat kau mencium temanmu, detik itu pula kalian bukan teman lagi. . . Cerita perjalanan Mew dan Gulf yang saling menemukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines