T E M A R A M DATANG

T E M A R A M DATANG

  • WpView
    Membaca 64
  • WpVote
    Vote 12
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Des 23, 2020
COLABORATION BAGAS X ANGGI Kanker hati, dialami oleh seorang gadis cantik yang masih duduk di bangku SMA. Rumah sakit telah menjadi langganannya semenjak kecil. Tak pernah luput dari penjagaan ketat ibunya, ia terkadang geram karena hidupnya merasa begitu tidak beruntung. Seorang pria remaja harus pindah sekolah karena pekerjaan orang tua. Memiliki wajah yang tampan dan suka bergaul, namanya cukup di kenal di kalangan media dan di sekolah barunya ini. Suka buat ke gaduhan dari tangan jail nya, ia sering mengganggu wanita pucat di kelas itu. Di suatu ketika dimana perasaan tidak dapat di bohongi, pria ini luluh lantak di saat cintanya harus menggantung dari 100 rangkaian kupu-kupu, dan perasaannya hancur disaat dirinya tau bahwa wanita itu mengidap kanker hati di stadium akhir.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#1
perusuh
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Hi Bye, Aley!
  • Find A Way to My Heart (SUDAH TERBIT)
  • ARGLADIS
  • Gadis Pukul [COMPLETE]
  • KETOS i'm sorry ! [Complete]
  • Kanker Cinta
  • Bad boy VS Cool Girl ( END )
  • The Last Scratch [END]
  • Persona
  • MATSA [ Tamat ] 𝗿𝗲𝗸𝗼𝗺𝗲𝗻𝗱𝗮𝘀𝗶

Momen kelulusan di akhir masa SMP, harusnya jadi momen penting bagi Anggi untuk menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Tapi tak disangka, teman terbaiknya-Aley tidak datang di upacara kelulusan dan hanya memberikan sepucuk surat perpisahan. Tiba-tiba dia datang, tiba-tiba dia pergi. Aley, cowok yang baru diketahui Anggi ternyata juga seangkatan dengannya di masa menengah pertama. Aley, cowok dengan dua tongkat penyangga. Sang penulis lagu lewat petikan gitar. Berhasil menyapa dunia beku milik Anggi. Duduk, berkenalan, bercerita. Banyak kisah dan mimpi yang terurai sampai semua hampir membentuk rangkaian kisah. Dan pada akhirnya, Anggi harus menerima bahwa teman singkatnya itu ternyata tidak menetap. Pamit dengan sepucuk surat. Hanya itu yang bisa Anggi kenang. Lalu selanjutnya, hanya malam-malam bertanya kabar tanpa balas. Padahal yang ia tahu, Ale sedang sakit-sakitnya menahan ngilu pada tulang. Ya, tulang yang patah. --- Siakpra©2018

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan