am I Ok?

am I Ok?

  • WpView
    LECTURAS 2
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, nov 14, 2020
WpInfo
No ficción
Aku hanyalah aku. Aku hanya menuliskan cerita yang ikin aku sampaikan. Mungkin paman-paman ku sudah bosan mendengar ceritaku. Mereka selalu bilang. "mimpinya terulang lagi?" Biar begitu aku tetap menceritakannya. Paman Sam selalu benci mendengar cerita ku. Ia akan langsung pergi kalau aku sudah mulai bercerita. Paman Kay melarang ku bercerita saat pagi hari apalagi saat kami sarapan. Berbeda dengan Paman Nur yang selalu antusias mendengar cerita ku. Ia selalu sabar mendengarkan, meskipun ceritanya selalu sama. Ceritanya seperti drama korea yang kami tonton, beberapa episode bersambung, kemudian kembali ke episode pertama lagi. Cerita itu berasal dari mimpi ku. Mimpi yang aneh, selalu ada bagian yang hilang. Ah, Paman Jo memberi ku kertas dan pena. Dia menyuruhku menuliskan isi mimpi ku, supaya bisa dibagi pada kalian.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Jika Nanti Aku Kembali
  • Oneshoot [TaekookGs]
  • Pria Dari Poster [Kv]
  • Perfect You, Imperfect Me
  • Fake Love [VMINKOOK] END
  • Paper Hearts
  • Bunuh Saja Aku Tuhan
  • Hot Daddy
  • GOALS (END)

"Aku tidak pernah tahu, alasan apa yang benar-benar membuat seseorang memutuskan untuk pergi. Dan aku memang tidak mau mencampurinya. Tapi aku belajar suatu hal. Apapun alasannya, pergi ataupun kembali tetap menyisakan perpisahan dalam hati." -Aca- "Makasih Dai udah ngasih pembelajaran penting dan nolongin aku di novel bayangan. Maaf karena aku udah lancang ketemu sama ayah kamu. Aku harap suatu hari nanti kamu mau menerima ayah kandung kamu. Makasih udah jadi putri dari sahabat ayahku. Makasih udah mau bertahan dengan sikapku. Kini akhirnya kita bisa kembali ke dunia nyata. Meski aku udah nggak punya ayah-ibu lagi, setidaknya aku masih bisa punya ayah kamu, yang sekarang jadi tempat curhat aku meski dalam tahanan. Semoga suatu hari nanti kamu bisa ngerti perasaan aku yang sebenarnya." -Andrian Wicaksana- "Makasih An, karena kamu udah buat aku ngerubah pandanganku terhadap ayah kandungku. Tapi maaf , karena sampai saat ini aku masih berusaha buat nerima ayahku sendiri. Suatu saat nanti jika aku udah siap, orang kedua yang aku ajak adalah kamu. Kenapa? Karena orang pertama yang aku ajak adalah diri aku sendiri. Semoga kedepannya hubungan ini bukan hanya sekedar ikatan bohongan." -Daika-

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido