Story cover for RASA by miaasy_
RASA
  • WpView
    Reads 130
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 13
  • WpView
    Reads 130
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 13
Ongoing, First published Nov 14, 2020
Pengorbanan itu sangat menyiksa. Apalagi soal rasa. Berjuang memiliki, jika bukan punyanya, akan sia-sia. Bukannya dapat, malah tersakiti oleh rasa. Sekejam itu rasa. Seorang gadis bahagia akan bersedih jika menyangkut rasa. Seorang bangsawan akan menagis karena rasa. Jika saja rasa berwujud manusia, akan menjadi buronan banyak orang. Karena rasa, dia tersakiti untuk sekian kalinya.

Ini cerita tentang rasa. Mencintai seseorang bukan pada waktunya akan menghasilkan kekecewaan. Dibalik itu semua tersimpan kemenangan, jika waktunya akan datang. Cukup sabar, sampai menemukan cinta yang semestinya.


Salam pena,

Mia Asy,
All Rights Reserved
Sign up to add RASA to your library and receive updates
or
#848islam
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Takdir Terbaik cover
Pengorbanan yang Abadi {Christmas Event} cover
Cahaya Di Ujung Penantian cover
My Story With You cover
Second Sign cover
US? [END] cover
Love struggle cover
Sampai Tengelamnya Mentari ( Tamat ) cover
CHRYSANT cover

Takdir Terbaik

40 parts Complete

sebenarya ini kisah nyata penulis, sekalian curhatt😅 Ketika Cinta Tak Bisa Berkata-Kata Bisakah kau mencintai seseorang tanpa pernah benar-benar memilikinya? Mampukah kau merelakan seseorang yang diam-diam selalu ada dalam doamu? Sarah, gadis bercadar yang menjaga hatinya dengan penuh kehormatan, dan Ridho, pemuda sederhana yang dihantui cinta yang tak pernah terucap. Mereka dipertemukan oleh kebetulan, tapi dipisahkan oleh keputusan yang tak bisa dilawan. Di tengah perjalanan hidup mereka, cinta hadir dalam diam, terikat oleh batas-batas yang sulit diterobos. Ketika sebuah perjodohan mengubah arah hidup Sarah, Ridho hanya bisa menatapnya dari kejauhan, menyembunyikan luka di balik senyumnya. Apakah cinta sejati hanya tentang memiliki? Ataukah pengorbanan adalah jalan menuju kedewasaan hati? "Karena takdir selalu punya cara untuk mengajarkan kita arti merelakan."