Darah...
Puluhan tubuh mungil berserakan, begitu pula puluhan macam senjata tergeletak, riuh, mereka berteriak kemenangan, tepuk tangan menggema di ikuti suara tembakan.
Gadis kecil dengan rambut panjang terurai penuh darah tertunduk di antara mayat-mayat, tangannya masih mengepal.
Dia mengangkat kepala tanpa rasa ragu, tatapan tajam dengan mata coklat, tanpa perasaan yang terselip, bahkan tidak satu pun bisa membaca pikirannya.
Hening....
Semuanya terasa sangat lambat, suara riuh itu tidak terdengar lagi, tapi orang-orang di sana terlihat menggerakkan mulut mereka, tangan mereka masih bergerak, sebagaian juga berdiri.
Seekor kupu-kupu hitam mengalihkan perhatiannya , kupu-kupu itu menghampirinya, lalu hinggap di depannya.
Dia mengangkat satu sudut bibirnya.
"Aku suka, dia bisa terbang bebas, melihat semuanya dengan jelas, mengalami semua hal di dunia ini, manis, pahit, asam, bisakah aku di lahirkan kembali sebagai dia?"
Gadis itu ambruk di ikuti suara riuh yang kembali menggema.
____________________________________________________
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera bagi kita semua, Shalom, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, dan Salam Kebajikan.
Hai 👋 👋
Terima Kasih sudah berminat membaca karya saya yang satu ini ya.
Saya berharap menerima saran dan kritik dari pembaca sekalian.
Jangan lupa komen, vote dan ikuti untuk update semua karya saya.
Jangan lupa juga share ke teman-teman lain untuk meramaikan di sini.
"Kenapa lo sebegitu cinta sama langit dan kupu-kupu?" tanya seorang laki-laki dengan es krim di tangannya.
Alexsya menurunkan pandangan dari langit, kemudian beralih menatap lelaki tersebut dengan tatapan sendu. "Pertanyaan lo bagus, gue suka. Dan untuk jawabannya, gue suka langit karena langit itu indah dan tak membosankan saat di pandang. Disana ada kedamaian juga yang setiap orang impikan. Dan untuk kupu-kupu, gue suka kupu-kupu karena dia bisa terbang bebas tanpa adanya beban. Mungkin menjadi burung lebih menyenangkan, tapi dia bisa di kurung kapan saja, berbeda dengan kupu-kupu." Jawabnya dengan senyum manisnya.
Keduanya sama-sama diam setelah mendengarkan jawaban dari Alexsya, ternyata memang benar gadis ini ingin merasakan kebebasan atas dirinya sendiri, merasa bahagia tanpa memikirkan beban apapun.
Hidup memang tak selamanya suka, dan tak selamanya pula duka. Kita hanya perlu bersyukur dan bersabar atas kehidupan ini, karena dibawah kita masih ada orang-orang yang lebih menderita dan tak memiliki keberuntungan.
Story' Wattpad by Potatocakes
Copyright @2021
Sumber cover : pinterest
⚠️ Mengandung kata-kata kasar dan toxic!
⚠️ Harap follow akun author sebelum membaca!
⚠️ Jangan pernah membawa-bawa lapak orang lain kedalam cerita saya!
Start :
End :