Mendadak Paslon

Mendadak Paslon

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 15, 2021
Niat Amaira untuk bolos ternyata menimbulkan petaka. Tanpa sepengetahuannya teman-teman kelasnya telah menumbalkan dirinya untuk menjadi pasangan calon (paslon) ketos dan waketos dengan cowok tengil plus jahil, Arif. . . . . "GUE SAMA LO JADI PERWAKILAN KELAS KITA. JADI KANDIDAT KETOS DAN WAKETOS. PUAS LO HAH. " lantang Amaira, wajahnya rurut memerah menahan emosi yang semakin menjadi-jadi. "Yang bener aja Ra. Kata siapa lo" Amaira tidak menjawab melainkan menunjuk teman sekelasnya dan berakhir pada Arfan sang ketua kelas XI IPS 2. Arif yang kebetulan berada di dekat Arfan pun menghampirinya. Sebagian siswa XI IPS 2 memberikan pandangan kasihan dan takut pada Arfan dan Arif. Namun mereka keliru, Arif justru menepuk bahu Arfan dengan ekspresi bangga dan penuh terima kasih. "Makasih Bro. Berkat lo, gue bisa jadi tambah terkenal kan di Nusa Buana." Kekehnya seraya melanjutkan, "Udah paling bener kalian milih gue. Orang paling ganteng di Nusa Buana. Kelas kita pasti menang." Nada suaranya penuh tekad dan percaya diri yang tinggi. Sementara, mereka yang mendengar perkataan Arif menunjukkan berbagai emosi.
All Rights Reserved
#44
tengil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GHAVARI
  • Horibble Woman (END)
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • AKSARA ( ON GOING )
  • 𝙵𝚄𝙲𝙴𝙺[𝚋𝚘𝚢] ✔
  • In Seventy Days
  • Upside Down
  • MARVELLA QISYA [ End ]
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)
  • He's My Boy [End]
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines