VANOLLA

VANOLLA

  • WpView
    Reads 117
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 7, 2021
"Terima kasih untuk semua luka yang kalian beri. Aku harap, kalian mendapat ketenangan setelah kepergianku." _________________________________________ Vella Angelistine Zirro. Nama yang cantik bukan?. Gadis pemilik senyuman manis itu membuat siapa saja yang melihatnya akan terperangah mempesona. Manik mata berwarna abu-abu itu mempunyai sejuta kecantikan yang mampu memikat hati. Namun, siapa sangka di balik itu semua, terdapat pula sejuta luka yang membuat dirinya hampir patah semangat. Terlebih lagi di saat dirinya kesulitan, tak ada seorangpun yang memberikan sepatah kata semangat untuknya. Orang tua yang menurutnya adalah cinta pertama malah membuat ia jatuh karena kenyataan yang sebenarnya. Di saat masa-masa terpuruknya, para sahabat-sahabatnya pun tak ada yang memberikan uluran tangan padanya. Namun, siapa sangka ternyata ada sesosok malaikat yang terus membantunya dari jauh? Sampai pada akhirnya ia memilih pergi menghilang dari kehidupan lamanya dan akan melanjutkan kehidupan baru dan tentunya akan bersama-sama orang yang baru pula.
All Rights Reserved
#63
lidya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Pertemukan
  • AKHIR DARI PERJUANGAN (Season 1KISAH CINTA YANG BELUM SELESAI)
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • You are in my past and my future [END]
  • Love Story
  • Antara Dendam dan Cinta
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • When Two Hearts Collide

Hidup bukan tentang seberapa cepat kita sembuh, tapi tentang seberapa tulus kita memilih untuk terus melangkah, meski dalam keadaan belum pulih sepenuhnya. Caca bukan gadis yang sempurna-dan ia tidak sedang berusaha untuk menjadi satu. Ia hanya ingin belajar berdamai dengan masa lalu, dengan dirinya, dan dengan dunia yang dulu terasa terlalu bising untuk hatinya yang rapuh. Selama bertahun-tahun, ia hidup dalam ketakutan yang tak bisa ia ungkapkan. Ia menyimpan amarah, kecewa, dan keraguan pada dirinya sendiri. Tapi pelan-pelan, langkah kecilnya membawanya keluar dari gelap yang lama membungkusnya. Bukan karena semua rasa sakit itu tiba-tiba hilang, tapi karena kini ia tahu bahwa ia tidak sendiri. Melalui kegiatan OSIS, ia belajar suara dirinya juga berharga. Lewat pengalaman volunteer, ia tahu bahwa memberi bukan soal mampu atau tidak, tapi tentang peduli. Dan lewat kehadiran Aji, ia mulai memahami bahwa ia layak dicintai-tanpa syarat, tanpa harus menjadi orang lain. Caca mungkin tidak akan pernah benar-benar melupakan luka yang dulu, tapi kini ia tidak lagi membiarkan luka itu mengatur jalan hidupnya. Ia menoleh ke belakang bukan untuk tenggelam dalam kenangan, tapi untuk mengingat betapa jauh ia sudah melangkah. Ia bukan lagi gadis kecil yang hanya bisa diam saat disakiti-ia telah menjadi pribadi yang tahu cara mencintai, terutama mencintai dirinya sendiri. Pada akhirnya, DiPertemukan bukan sekadar cerita tentang cinta antara dua orang. Ini adalah kisah tentang pertemuan-pertemuan yang membawa makna. Pertemuan dengan teman baru, pengalaman baru, dan yang paling penting-pertemuan dengan jati diri yang selama ini tersembunyi. Caca tidak diselamatkan oleh siapa pun. Ia memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri... dan itu adalah bentuk keberanian yang paling indah. Penulis Calista Maulidina Syofyan

More details
WpActionLinkContent Guidelines