MELODI ANANDA[Slow-Update]

MELODI ANANDA[Slow-Update]

  • WpView
    GELESEN 26
  • WpVote
    Stimmen 7
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Di., Dez. 1, 2020
[FOLLOW DULU SEBELUM BACA] CERITA KEDUA DARI ALLICYAIVANA PENULIS PEMULA,YANG SEDANG MENGEMBANGKAN KARYA:) HUJAT?SENGGEL,BHAKS Melodi Ananda,adalah gadis cantik nan pintar.Namun,ia sangat pemalu.Berbeda dengan saudara kembarnya,Melati Ananda.Ia memiliki sifat yang periang.Ia juga tak kalah cantik dan pintar dari Melodi. Melodi ingin sekali mempunyai kekasih hati seperti saudara kembarnya.Tapi apalah daya,sifat pemalunya ini terlalu melekat pada dirinya. Akankah Melodi mendapatkan cintanya? Atau,justru akan kalut terhadap sifat pemalunya? BACA YUKK!!!
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Shadow That Fades
  • LISTEN | ENHYPEN
  • Melodi Meli (END)
  • ELANG ARDANA [COMPLETE]
  • TEMPAT TEDUH ANINDHITA
  • Pilih Aku Atau Mereka Christy (chrisflo)
  • Together with The Sundown
  • Different.

Ada cinta yang tumbuh seperti doa, pelan namun penuh harap. Ada rindu yang menyelinap tanpa suara, hanya terasa di dada. Cinta ini bukan tentang memiliki. Tapi tentang dua hati yang saling tahu arah tapi tak pernah sampai tujuan. Tentang seorang perempuan yang jatuh cinta, bukan karena obsesi, tapi karena hati yang tak bisa membohongi dirinya sendiri. Aruna tahu ini tak akan mudah. Ia mencintai dalam diam, dan menyadari barangkali sejak awal, ia memang ditakdirkan bukan untuk dimiliki, melainkan untuk belajar melepaskan. Mereka bertemu bukan karena takdir yang manis, tapi karena semesta ingin mereka belajar: Tentang kehilangan, tentang pengorbanan, tentang bertahan, dan akhirnya... tentang merelakan. "Kalau kamu capek, berhenti ya... Tapi jangan berhenti jadi kamu yang selalu peduli." "Tenang, aku memang bukan tempat kamu pulang, tapi aku selalu jadi rumah kalau kamu butuh diam.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien