OASIS
  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 20, 2021
Bayangkan dirimu sedang barjalan di gurun pasir yang luas. Ketik dirimu tidak tahu arah. Akankau kau memilih menyerah karena tidak akan ada juga yang rindu jika kau hilang jadi abu. Ataukah kau akan memilih mengejar matahari meski tak pasti kapan akan bertepi. Berharap engkau akan menemukan Oasis dengan terus mengejar matahari. Bagaskara Aditya Putra Dirinya bagai oasis di padang pasir yang tandus. Cinta, kasih, dan perhatiannya terasa seperti tetesan air yang dinanti di musim kering. Sheli Adira Sunshine all the time makes a dessert. Semua pesakitan, kegagalan, dan semua hal yang tidak menyenangkan, tidak bisa kita lawan. Kita hanya bisa berharap bisa melewatinya, atau paling nggak, bisa bertahan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aderaga [ON GOING]
  • WITHOUT ME [ON GOING]
  • Sour Seventeen
  • If I Stay [Published]
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Stolen Before Fallen
  • Rasa Tanpa Kata
  • Dear You

[Jangan lupa follow sebelum baca] "Jelek lo."ucap Raga membuat Adera makin kesal. Adera menoleh ke Raga yang sedang memasang wajah tengilnya. Dia memukul dada Raga bertubi tubi. Menangkis hanya itu yang bisa dilakukan Raga. Dia menakap Tangan Adera yang terus saja memukul dadanya. Ditatapnya wajah Adera yang memerah akibat sangat marah kepada Raga. Adera terdiam menyadari posisinya saat ini. Tangan kiri raga menangkis tangannya dan tangan kanan Raga memeluk pinggang Adera membuat tubuh Adera sangat dekat dengan tubuh Raga. "Sakit"kata Raga, lembut. Jantung Adera berdegup kencang. Dia menjadi membeku dipelukan Raga. Dia bahkan tidak bisa mengucap sepatah kata saja karna gugup berdekatan dengan Raga sekarang. Raga menatap Adera dalam. Sesekali dia melirik bibir tipis berwarna merah muda milik Adera lalu dia memiringkan kepalanya, matanya tidak bisa teralih dari bibir menawan Adera. Saat bibirnya dengan bibir Adera hanya tinggal beberapa senti Raga berhenti ia tahu saat ini setan sedang mengodanya sebelum hal itu terjadi, Raga menjauhkan tubuhnya dari tubuh Adera takut ia akan kehilangan kendali. Raga meninggalkan Adera yang masih terdiam membeku disana. 'Raga tadi mau ngapain ya?' batinnya. #Badboy#nakal #kisahcintaremaja #romantis #romance #fiksiremaja #sma #sekolah #Adera #Raga #cinta

More details
WpActionLinkContent Guidelines