Korelasi Amorfati

Korelasi Amorfati

  • WpView
    Leituras 266
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Capítulos 20
WpMetadataReadConcluída qui, fev 18, 2021
(S) Kau adalah seorang entitas yang tidak bisa aku sebut sebagai pemilik hati ku. Karena pada dasar nya kau memiliki kendali penuh atas hati mu sendiri. Aku tidak mau egois dan meminta hati mu secara berlebihan setelah aku memberikan sepenuh nya milik ku. Karena kau adalah orang yg secara egois tidak ingin aku miliki, tapi hati ku memilih mu. Dan itu adalah hal yang tidak bisa aku ganggu gugat. (F) Kau adalah rupa dari sebuah bentuk aksara. Terlintas di dalam relung sukma, menjelma pelita di kala senja. Kau adalah ukiran - ukiran kalbu. Semesta dan waktu berkaloborasi dalam menciptakan alur hidup dengan sebaik mungkin, alur yang kita sebut dengan 'takdir'. Jangan sungkan, aku akan menerima sepenuh hati setiap petikan - petikan rotasi mu. Hati ku memillih mu dari sudut tergelap nya. Relung sukma ku merengek tatkala hati mu tidak bisa bersanding di sebelah nya.
Todos os Direitos Reservados
#12
korelasi
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • cinta untuk sang nona
  • My Mr.gajeman (Lengkap Sudah)
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • MAS !
  • TIME will TELL {On Going}
  • Di Ujung Angkasa(TAMAT)
  • You are in my past and my future [END]
  • T E R B U N U H   S E P I  || Z W E I T S O N •• U N 1 TY || E N D

Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo