Bloody Lily [JaeYong]

Bloody Lily [JaeYong]

  • WpView
    Leituras 26,110
  • WpVote
    Votos 2,035
  • WpPart
    Capítulos 29
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, abr 20, 2025
"Jadilah Mate ku" Dengan iris mata berwarna merahnya sang pria tinggi masih terus menatap intens 'pria nya' yang tak nampak ketakutan. "Jangan anggap aku akan percaya dengan omong kosongmu itu! Cepat pergi!" Sebuah senyum remeh terukir di wajah sang pria pucat kala mendengar jawaban tersebut. "Aku akan membunuh keluarga mu" Pria tinggi beriris mata merah itu pergi meninggalkan pria kecil yang sudah ia cap sebagai miliknya itu. Sedangkan pria kecil itu nampak tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. "Sial!"
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Blood and Silence
  • falling with pretty eyes✅(jikook)
  • Mafia. J.
  • Mochi [ Markhyuck ]
  • Master! [JiChen]✓
  • Aggressive Trance [MarkJin]
  • MAZE DUTCH ||ENHYPEN||
  • My Brother[Sequel Mianhae My Brother]
  • 𝐌𝐢𝐥𝐤 𝐦𝐨𝐦𝐦𝐲 🍼 [✓]
  • PRIDE OF JUNG'S

Semua orang tahu siapa Kim Taehyung. Ia bukan hanya pemimpin mafia terbesar di Asia, tapi juga dikenal karena sifatnya yang dingin, tak tersentuh, dan brutal. Satu senyumnya bisa berarti hidup. Satu tatapannya bisa berarti kematian. Namun tak banyak yang tahu, di balik pintu besi markas pusatnya di Gangnam, ada satu pria yang membuat Kim Taehyung kehilangan kendali atas dirinya: Jeon Jungkook. Jungkook adalah anak dari keluarga Jeon, rival lama klan Kim. Setelah keluarga Jeon dihancurkan dalam satu malam oleh perang antar mafia, Jungkook menghilang dari radar. Taehyung mengira ia sudah mati... sampai seorang informan menyeret pemuda bermata tajam itu ke hadapannya. "Dia penyusup. Kami menemukannya sedang menyelinap ke lab senjata bawah tanah." Namun saat semua anak buah menunggu aba-aba untuk menembak, Taehyung malah berjalan pelan, lalu berlutut dan menatap Jungkook. "Lama tidak bertemu, Jeon Jungkook." Darah Jungkook mengalir deras. Tapi bukan karena takut-melainkan karena tatapan itu, tatapan yang pernah begitu hangat ketika mereka masih muda. Sebelum perang, sebelum dendam, sebelum dunia mengubah mereka menjadi monster. "Aku tidak datang untuk balas dendam," kata Jungkook lirih. "Aku datang... karena aku ingin tahu... kenapa kau membiarkan aku hidup malam itu." Taehyung terdiam. Ia tidak menjawab. Hanya menggenggam erat dagu Jungkook dan berkata pelan, "Karena membunuhmu akan menghancurkan satu-satunya hal manusiawi yang masih tersisa dalam diriku." Dan malam itu, bukannya mengurungnya, Taehyung menyembunyikan Jungkook di dalam markas. Di balik pintu-pintu rahasia, di ruangan tempat tak seorang pun boleh masuk. Mereka tahu ini gila. Ini pengkhianatan. Ini bunuh diri jika ketahuan. Tapi mereka juga tahu, cinta di antara dua musuh bisa menjadi senjata paling mematikan.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo