Story cover for RARA by Marizkafs
RARA
  • WpView
    LECTURES 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
  • WpView
    LECTURES 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
Terminé, Publié initialement nov. 16, 2020
"Rara tunggu dulu, Kamu salah paham" Juna berlari mengejar Rara yang entah tujuannya kemana.
"Apa lagi sih Jun, mau ngelak apa lagi kamu kali ini, waktu itu bilangnya temen, tetangga, anak temennya mama. Sekarang apa lagi,apa lagi alasan kamu kali ini?" Ucap Rara sambil menangis.
"Maaf Ra maaf iya aku tau aku salah" 
Sayangnya permohonan Juna tak dihiraukan oleh sang Rara.
"Aku tu capek Jun sama kamu, Aku kurang apa lagi sih. Aku selalu ngertiin Kamu, Positif thinking sama Kamu, Tapi apa balasan kamu? Kamu nyakitin aku terus Jun" Rara diam sejenak, lalu berucap kembali
"Udahlah ya Jun, Kita sampe di sini aja"
Tous Droits Réservés
Table des matières

1 chapitre

Inscrivez-vous pour ajouter RARA à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
ADIKARA ELUSIF, écrit par blackcurrantbery
53 chapitres En cours d'écriture
Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
Diaries cover
Semesta Berlima cover
"When I Was Your Man" (END) cover
BRINCA cover
FAKE BOYFRIEND [Completed]  cover
Not The Wrong cover
Junara cover
FRIENDZONE cover
Maaf' (Revisi) cover
ADIKARA ELUSIF cover

Diaries

42 chapitres Terminé

Sebuah keluarga baru saja pindah ke rumah baru mereka, kedatangan mereka disambut hangat oleh anak perempuan bernama "Kaira" "Halo om, saya Kaira, anak tetangga sebelah rumah om" Kaira yang merupakan anak semata wayang, merasa kesepian dan berharap memiliki seorang teman. Harapannya pun terwujud, tetangga baru mereka juga memiliki anak yang seusia dengannya dan juga merupakan anak semata wayang. "Namaku Kaira" "Aku Jedan" Kaira yang selama ini hanya ditemani diarynya, merasa senang dengan kehadiran Jedan. Bagaimana kisah kelanjutan persahabatan Kaira dan Jedan, dari kecil hingga dewasa? Silakan mampir dan nikmati cerita mereka ^^ ________________________________________________ note!: Jika ada kesamaan nama karakter atau alur cerita ini, mungkin itu hanya sebuah kebetulan, karena isi cerita ini murni dari pikiran saya. Happy reading^^