COTANGENT

COTANGENT

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 16, 2020
Teruslah berhitung, teruslah mencari. Mereka yang tertinggal akan berakhir menjadi debu. Artificial Intelligence menguasai dunia. Apoteker, dokter, perawat, pilot, mekanik, dan beberapa pekerjaan lainnya, diambil alih oleh kecanggihan robot-robot. Teknologi semakin canggih. Peradaban di Bumi telah berubah. IQ rata-rata manusia yang dikategorikan cerdas harus di atas 200. Mereka yang tertinggal, terpaksa ditampung di Apartemen Kyounjoku. Sebuah apartemen canggih yang bisa memodifikasi DNA manusia. Namun apakah itu cara terbaik? Tak ada lagi kasih sayang. Manusia semakin mirip dengan robot. Kota itu juga terpapar radiasi dan limbah radioaktif. Alfredo Cotangent, pria lajang berusia 30 tahun berupaya untuk mengubah keadaan kotanya. Apakah dia berhasil mewujudkannya? Atau bencana baru hadir di kota itu?
All Rights Reserved
#65
heroik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Became A Cannon Fodder
  • Healing You Healing Me
  • The Vegan Project: The Colony
  • 12 Scientists (Indonesian Ver.)
  • Different-Coloured Bloods
  • Crome Project

Robot-robot itu telah menguasai dunia, menggantikan tugas manusia. Pengangguran semakin membludak, mengakibatkan terjadinya krisis di pemerintahan. Demi mengatasi masalah tersebut, alih-alih mengurangi jumlah produksi robot pemerintah malah berbuat sebaliknya. Mereka membentuk sebuah tim khusus yang bertugas untuk 'mengurangi' jumlah manusia di muka bumi. Dan Asher adalah salah satu targetnya. Namun, ketika peluru itu menembus kulitnya alih-alih memasuki alam baka, dia malah terlempar ke dalam sebuah novel yang sempat ia baca. "Sial, apa aku harus menjadi umpan meriamnya?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines