Berdampingan Di Abad Yang Berbeda

Berdampingan Di Abad Yang Berbeda

  • WpView
    Reads 135
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 8, 2020
Berabad lalu dengan penuh kesedihan sosok yang telah mengamban tugas tertangguh seorang manusia tengah sekarat memanggil satu kali, dua kali, tiga kali, dan pergi. Sedangkan di belahan bumi lain dan di waktu yang berabad jauhnya seorang pria berusia empat puluhan memarkirkan kendaraannya di depan sebuah rumah. Ia tak percaya ada ketulusan cinta dan kasih sayang Tuhan dalam kisah hidupnya. Maka ia mengetuk lembut pintu rumah seorang budak nafsu yang serakah. Sayangnya budak itu adalah sahabatnya. Jiwa dan nuraninya bersiap untuk berpisah. Mata dua sahabat bertemu. Sepasang mata dalam ketidakberdayaan, dan lainnya menyalang kebencian. Dalam hati menghitung mundur, tiga, dua, satu. Seorang anak yang baru bisa berhitung satu sampai tiga, Restya, tak akan pernah menyangka, tiga hitungan di abad yang berbeda itulah yang membuatnya dan empat anak di masa lain, Ben, Arjun, Lia, dan Ciara paham mengapa mereka terlahir di waktu yang itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ustadzah Assyifa✔️
  • Yang Tersisa Dari Cinta [ END ]
  • CINTA BEDA USIA
  • Mengejamu (Completed)
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Antara Pengkhianatan Dan Harapan(END)
  • Kesana Kemari Tahunya Kamu (END)
  • Yang Pernah Patah
  • Kara: I Left God at The Door

Jangan lupa follow sebelum baca..! Kisah seorang wanita yang begitu tegar menjalani ujian hidup yang mendera nya. Pernah mengecap manisnya pernikahan namun juga Pahitnya perceraian. Namun takdir Allah memang akan selalu berbuah manis bagi mereka hamba yang sabar. Karena pada akhirnya Dia akan di pertemukan dengan sosok Lelaki yang tepat. " Lalu bagaimana bisa Pernikahan di lanjut Jika mempelai Pria nya saja tidak ada..!" kata Pak Imron selaku ayah Syifa dengan gundah. Syifa hanya bisa meringis dalam pelukan Ibu nya. Sejak awal dia memang punya firasat tidak enak tentang perjodohan ini. Dia memang Janda tapi bukan berarti bisa dipermainkan seenaknya. " Tunggu dulu Pak Imron..!" Sergah Bu Nyai sambil tersenyum jumawa. " Daripada di batalkan, bagaimana jika kita lanjutkan saja pernikahan ini dengan mempelai Pria lainnya.. Yang Insyaa Allah jauh lebih baik dari Pria itu.." Syifa membelalakan mata nya tak percaya dan merasa ini adalah sebuah lelucon ketika dia dinikahkan dengan seorang Lelaki yang pernah menjadi anak didik nya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines