Story cover for DI TEMANI HANTU by aleaantlie_
DI TEMANI HANTU
  • WpView
    Membaca 284
  • WpVote
    Suara 121
  • WpPart
    Bagian 8
  • WpView
    Membaca 284
  • WpVote
    Suara 121
  • WpPart
    Bagian 8
Bersambung, Awal publikasi Nov 17, 2020
Cinta beda perasaan
Cinta beda agama
Cinta beda kota
Atau bahkan Cinta beda negara?

Buat kalian yang menjalani Cinta yang seperti itu kalian hebat!

Tapi apa kalian pernah Cinta Beda Alam? 

Jika tidak maka hanya Fani dan Iqbal yang merasakannya.

Kisah percintaan Fani dan Iqbal membuatnya terus berjuang, namun apa jadinya jika mereka berjuang?

Apa mereka akan bersama atau sebaliknya?

Kuii yang kepo sama ceritanya bisa langsung baca yaa💗

Jangan lupa tinggalin jejak dengan cara Vote and Komen!
Yang mau follow boleh di follow nanti back kok!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan DI TEMANI HANTU ke perpustakaan Anda dan menerima pembaruan
atau
#248rumor
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Stay (Away) oleh hazelaice
64 bab Lengkap
⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
Stay (Away) cover
GASA [end] cover
Their Story{Completed} cover
Me,You and the story we went through. cover
Caramel cover
ALEXON [END] cover
natha(N)aya (✓) cover
Cinta Beda Agama cover
Arsyilazka cover

Living with Brothers [TAMAT]✓

49 bab Lengkap

"Loh, ntar-ntar, mama nitipin gue ke abang-abang biar gue bisa dididik sama mereka? Kelakuan mereka kan lebih laknat dari gue." ..... Dituntut agar bisa ini itu saja sudah cukup membuat Alea kesal. Sekarang mamanya berulah lagi dengan menitipkan Alea di rumah keempat abangnya dengan dalih agar Alea menjadi anak yang lebih baik seperti mereka. Lebih baik? Abang pertama punya pacar cowok. Abang kedua suka ngedugem. Abang ketiga ngikutin jejak abang pertama. Abang keempat suka balap liar. Lebih baik dari mananya? ........ Akankah Alea dapat bertahan di rumah sang kakak? Mengingat Alea masih memiliki satu problem, yakninya tetangga rumah yang selalu menempel padanya setiap hari. "Kayaknya gue alergi sama lo deh, setiap lo deketin tangan gue gatel, bawaannya pen gorok." -Alea "Nego dikit boleh? Jangan gorok deh, kerok aja gimana?" -Angkasa