Story cover for Self Reminder by narssssh_
Self Reminder
  • WpView
    Reads 235
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 8
  • WpView
    Reads 235
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 8
Ongoing, First published Nov 17, 2020
Kehilangan diri sendiri adalah mimpi terburuk. Siapa yang akan mengingatkan diri ini ketika sesuatu yang buruk sedang menimpa dan sialnya saat itu tak ingin berbicara dengan siapa pun. Tidak ada salahnya menulis bagaimana sudut pandang kita terhadap suatu masalah. Mungkin, kelak akan berguna untuk menampar diri saat situasi serupa terjadi atau justru sebagai evaluasi terhadap fikiran yang mungkin bisa salah menurut pandangan dimasa mendatang.
All Rights Reserved
Sign up to add Self Reminder to your library and receive updates
or
#518selflove
Content Guidelines
You may also like
ENDLESS SUFFERING [•Halilintar•] Empire Era by RedFlash_Nana
66 parts Ongoing
Bagaimana perasaan mu ketika kau hanyalah bocah polos tak berdosa berumur lima tahun , bukannya dibawa ke taman bermain penuh keseruan , tapi ke medan perang tempat mayat tergeletak sejauh mata memandang , tempat dimana kaki mu tak luput dari darah yang tergenang , dan tangan kecilmu menggenggam erat pedang ; dengan alasan berjuang demi tanah kekuasaan. Itulah yang Halilintar rasakan. Tak bisa dipungkiri jika dunia yang tak adil selalu memihaknya , memberatkan pundaknya , dan membebani jiwanya. Tidaklah salah ketika Halilintar sendiri bilang ia ingin menyerah , tapi apa? Ia tak berhenti melangkah karna apapun itu , selalu ada hal yang membuatnya harus dan harus untuk memenuhi segala hal. Dia hanya bocah kecil , yang dijadikan lelucon oleh semesta , dijadikan badut oleh dunia , dimana penderitaan itu , seolah tampak lucu dimata orang yang tak tau seberapa tebal topeng diwajahnya. Namun apa? Tak berhenti disitu , tak hanya fisik , mentalnya juga membeku ; mati dihantam tiap hitungan waktu. Tapi lagi lagi , tubuh itu bangkit setelah jatuh.. "Nyawa ayah prioritasku" "Jangan berpura pura , ibu. Jujur lah dalam membenciku" "Jangan bermimpi.. Aku tak pantas disebut kakak" "Aku mati pun , tak ada pengaruhnya untuk hidup kalian! Aku akan mati bahkan sebelum tangan kalian kotor oleh darah ku" "Jangan khawatir , aku sudah terbiasa" " ..... Benar benar terbiasa" Dan dibalik semua itu , ia tak sendirian. "Benar kan~Tuan~?" WARNING!! *KARAKTER DISINI MILIK MONSTA , ENDLESS SUFFER HAHYA MEMINJAM KARAKTERNYA SAJA (ADA BEBERAPA TAMBAHAN KARAKTER DARI AUTHOR) *DILARANG COPY KARNA SAMA DENGAN MENCONTEK! DIDUNIA DIMARAHI MASYARAKAT , DIAKHIRAT DIMARAHI MALAIKAT! *SILAHKAN BERI SARAN DENGAN SYARAT : SOPAN , TIDAK BERTELE TELE , DAN DENGAN BAHASA INDONESIA TENTUNYA *JANGAN LUPA VOTE DAN IKUTI TIAP BAB , OKE!?
You may also like
Slide 1 of 10
HAK UNTUK BUNUH DIRI cover
TINGGAL SEATAP | BBB FANFIC (REVISI)  cover
Berusaha Menjadi Manusia cover
𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓] cover
Lightning dark story  cover
Rahasia Boboiboy Gempa  cover
An-Other ✔ [Banginho] cover
ENDLESS SUFFERING [•Halilintar•] Empire Era cover
Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End) cover
lost them (On Going)  cover

HAK UNTUK BUNUH DIRI

28 parts Ongoing

kenapa masih mempertahankan hidup, saat kehidupan kita sudah sangat memuakkan, tak lagi menarik, membosankan, begitu menyakitkan untuk dijalani, terlalu banyak kerusakan emosional, sudah tak lagi menyenangkan, hambar, dan begitu banyak tekanan dari segala arah? kita tak butuh ceramah orang lain soal kehidupan kita. saat masyarakat, teman, keluarga, hanyalah bagian dari hubungan yang saling mengabaikan dan tak peduli. untuk apa peduli dengan perkataan orang lain? bunuh dirimu sendiri. bebaskan dirimu dari rasa sakit. dan akhiri omong kosong khayalan mengenai hubungan sosial yang layak di abad semacam ini.